SURABAYA, RADIANTVOICE.ID – Di tengah arus perubahan global yang begitu cepat, bangsa ini membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual. Pemimpin yang mampu memimpin bukan dengan kekuasaan, melainkan dengan nilai. Dalam konteks ini, aktualisasi Nilai Dasar Perjuangan (NDP) menjadi sangat relevan untuk membangun kepemimpinan transformasional — gaya kepemimpinan yang menginspirasi, memberdayakan, dan membawa perubahan.
seperti yang dikatakan oleh Nurcholis Majid “risalah NDP itu saya tulis dengan pikiran dan kepala bahwa dokumen ini adalah dokumen yang harus awet.” Oleh karena itu, jargon-jargon yang digunakan sangat sederhana sekali, dan tidak menggunakan jargon-jargon kontemporer. rumusan ideologi terbaik adalah yang seperti itu. Sebab ideologi itu cenderung ketinggalan zaman.Oleh karena itu, lebih baik dibuat formula umum yang kemudian bisa diterjemahkan menjadi ideologi yang spesifik menurut tuntutan ruang dan waktu.
NDP sebagai warisan intelektual dan spiritual dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sejatinya memuat nilai-nilai universal yang mampu menuntun pemimpin menghadapi tantangan zaman: nilai keislaman, keindonesiaan, dan keilmuan. Nilai-nilai ini, bila diaktualisasikan dengan sungguh-sungguh, dapat membentuk karakter pemimpin yang berorientasi pada kebenaran dan kemaslahatan umat.
Pemimpin transformasional tidak bekerja untuk dirinya sendiri. Ia hadir untuk mentransformasi lingkungan dan orang-orang di sekitarnya agar tumbuh bersama menuju kebaikan. Dalam kerangka NDP, kepemimpinan seperti ini berakar pada tauhid, yaitu kesadaran bahwa setiap bentuk kekuasaan adalah amanah Tuhan. Kesadaran ini menumbuhkan integritas dan tanggung jawab moral dalam setiap tindakan kepemimpinan.
Lebih jauh, nilai keadilan dan kemanusiaan dalam NDP mengingatkan bahwa kepemimpinan sejati tidak boleh memihak pada kepentingan kelompok semata, tetapi harus berpihak pada nilai kemanusiaan universal. Pemimpin yang mengaktualisasikan nilai ini tidak hanya adil dalam keputusan, tetapi juga empatik terhadap penderitaan rakyatnya.
Sementara itu, nilai ilmu dan akal menuntun pemimpin untuk berpikir terbuka, rasional, dan inovatif. Di era digital yang serba cepat, kemampuan adaptasi dan kreativitas menjadi kunci utama. Pemimpin yang berpijak pada nilai ini akan mampu memadukan moralitas dan modernitas, spiritualitas dan sains, nilai dan teknologi.
Pada akhirnya, aktualisasi NDP dalam kepemimpinan transformasional bukan sekadar gagasan ideal, melainkan kebutuhan nyata untuk menciptakan perubahan sosial yang berkeadaban. Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu menyalakan semangat perubahan berdasarkan nilai-nilai luhur perjuangan.































Discussion about this post