JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan Aceh, Ruslan Daud (HRD), menilai penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara membutuhkan langkah luar biasa. Ia menyoroti terputusnya akses transportasi yang berdampak langsung pada melonjaknya harga kebutuhan pokok serta terhambatnya distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Memasuki pekan ketiga pascabencana, Ruslan menyebut kondisi di lapangan masih jauh dari pulih. Kerusakan jalan dan jembatan membuat rantai pasok logistik lumpuh, sehingga masyarakat harus membeli bahan kebutuhan dasar dengan harga yang tidak wajar.
“Ketika akses terputus, harga otomatis melonjak. Masyarakat korban bencana berada pada posisi paling rentan karena kehilangan rumah dan penghasilan, namun harus menanggung harga kebutuhan yang sangat mahal,” ujar Ruslan dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).
Legislator Fraksi PKB ini mengungkapkan, di sejumlah wilayah harga beras kemasan 15 kilogram mencapai Rp300.000 dari harga normal Rp150.000. Gas elpiji 3 kilogram dijual antara Rp30.000 hingga Rp60.000 per tabung, jauh di atas harga normal Rp22.000. Sementara minyak goreng curah dan telur ayam juga mengalami kenaikan signifikan.
Ruslan menilai lonjakan harga tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan operasi pasar terbatas. Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar distribusi logistik dapat berjalan lebih cepat dan merata.
Selain itu, ia mendorong pemerintah membuka ruang bantuan kemanusiaan internasional. Ruslan menilai dukungan global penting untuk menutup kekurangan pasokan logistik nasional, terutama di wilayah yang sulit dijangkau akibat kerusakan infrastruktur.
“Ini bukan lagi soal daerah, tetapi soal kemanusiaan. Dukungan internasional akan sangat membantu percepatan pemulihan warga,” katanya.
Ruslan juga menyoroti masih terisolasinya beberapa wilayah pegunungan di Aceh, seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang. Ia meminta pemerintah segera memprioritaskan pembukaan akses transportasi agar bantuan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.
Menurutnya, penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi agar tidak ada warga terdampak yang terabaikan. “Negara harus hadir secara nyata di tengah situasi darurat ini,” tutup Ruslan (RED).




























Discussion about this post