JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari menyatakan dukungannya terhadap rencana Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin yang akan menugaskan TNI dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) untuk menjaga seluruh kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) di Indonesia. Ratna menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat pengamanan aset vital negara dan meningkatkan kepercayaan publik.
“Ya saya kira langkah ini sangat penting dan bisa menjadi solusi konkret untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap PT Pertamina serta mencegah segala potensi yang bisa merugikan negara,” ujar Ratna di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Legislator Fraksi PKB itu menegaskan bahwa rencana penugasan aparat pertahanan dan intelijen harus dibarengi dengan jaminan penuh atas integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas seluruh personel yang terlibat. Menurutnya, pengamanan energi nasional tidak boleh menimbulkan persoalan baru.
“Tapi tentu Pak Menhan harus memberikan jaminan penuh terkait integritas dan profesionalisme seluruh personel TNI maupun BAIS yang akan dilibatkan agar pengamanan tidak justru menimbulkan persoalan baru,” tegasnya.
Ratna juga mendorong adanya mekanisme koordinasi yang jelas antara Kementerian Pertahanan, instansi intelijen, dan Pertamina, serta memastikan pengawasan yang kuat oleh DPR. Ia meminta pemerintah segera memaparkan detail teknis penugasan, mulai dari prosedur pengamanan, pembagian peran antara aparat militer dan operator sipil, hingga standar operasional keselamatan.
“Saya berharap rencana ini bisa segera dijabarkan secara detail termasuk mekanisme penugasan, prosedur pengamanan, pembagian tanggung jawab antara militer/intelijen dan operator sipil — sehingga kebijakan ini benar-benar dapat menjaga stabilitas pasokan energi nasional, memberi rasa aman bagi masyarakat serta investor,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin mengungkapkan bahwa TNI Angkatan Darat akan mulai menjaga kilang-kilang Pertamina pada bulan depan. Pernyataan itu disampaikan usai rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025).
“Menjaga industri strategis yang mempunyai kaitan dengan kedaulatan negara. Sebagai contoh, kilang dan terminal Pertamina, ini juga bagian yang tidak terpisahkan daripada gelar kekuatan kita,” kata Sjafrie (RED).



























Discussion about this post