JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) didorong untuk memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pendidikan digital nasional. Dorongan tersebut disampaikan Ketua Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI (MPTK), Prof. Dr. Siti Zuhro, M.A., dalam acara pelantikan Rektor UICI periode 2025–2029 di Gedung Rektorat UICI, Rabu (12/11/2025).
Prof. Siti menilai UICI memiliki posisi strategis sebagai universitas digital yang menawarkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat luas. Menurutnya, hadirnya UICI harus menjadi bagian dari solusi rendahnya angka mahasiswa sarjana di Indonesia.
“Data menunjukkan hanya sekitar empat persen penduduk Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi. Karena itu, UICI harus hadir sebagai pintu masuk bagi anak bangsa agar bisa kuliah dengan biaya dan waktu yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Prof. Siti juga menyinggung penurunan peringkat daya saing Indonesia dari posisi 34 ke 47 dunia. Ia menyebut kondisi itu sebagai pengingat bahwa perbaikan di sektor pendidikan, riset, dan inovasi harus diprioritaskan.
“Penurunan daya saing ini bukan sekadar angka, tetapi alarm keras. UICI harus menjadi motor perubahan melalui inovasi pendidikan digital,” tegasnya.
Prof. Siti turut memberikan apresiasi kepada Prof. Dr. Laode Masihu Kamaluddin, M.Sc., M.Eng., yang dianggap berhasil meletakkan fondasi kuat UICI sebagai universitas digital berbudaya.
Di sisi lain, ia menyampaikan harapan besar kepada Rektor baru, Prof. Asep Saefuddin, untuk melanjutkan transformasi tersebut.
“Semoga Prof. Asep mampu membawa UICI menjadi institusi yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga melahirkan lulusan berkarakter dan berdaya saing global,” katanya.
Prof. Siti menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan harus tetap berakar pada nilai keislaman, kebudayaan, dan kemanusiaan. Menurutnya, UICI memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan pendidikan digital yang inklusif, berkualitas, dan mencerdaskan.
“Tantangan kita berat, tetapi tugas kita adalah terus bekerja keras. UICI harus menjadi bagian dari gerakan besar mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutupnya (RED).































Discussion about this post