DENPASAR, RADIANTVOICE.ID – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mendorong Lembaga Penyiaran Publik (LPP) seperti TVRI, RRI, dan LKBN Antara untuk memainkan peran yang lebih strategis dalam menyebarkan informasi pembangunan, khususnya terkait transformasi layanan kesehatan dan pariwisata di Bali.
Saat pertemuan dengan jajaran TVRI, RRI, dan Antara di Denpasar, Jumat (31/10/2025), Evita menegaskan bahwa lembaga penyiaran publik memiliki mandat besar untuk memberikan edukasi mendalam kepada masyarakat, bukan sekadar menyajikan berita singkat yang bersifat permukaan.
Menurutnya, liputan khusus mengenai Bali International Hospital (BIH) dan desa-desa wisata berprestasi sangat penting untuk meningkatkan literasi publik terhadap capaian pembangunan pemerintah.
“Media publik harus hadir dengan tayangan yang mengedukasi, bukan hanya memberitakan. Dengan liputan khusus, masyarakat memperoleh gambaran utuh mengenai kemajuan yang sedang dikerjakan pemerintah,” ujar Evita.
Ia menegaskan bahwa keberadaan BIH merupakan kebijakan strategis untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada layanan kesehatan luar negeri. Sementara itu, desa-desa wisata yang meraih pengakuan UNESCO dan UN Tourism dinilai layak mendapat porsi tayangan lebih untuk mendukung pemerataan pariwisata.
Dalam pertemuan tersebut, Evita juga menyoroti berbagai kendala teknis yang masih dihadapi, salah satunya blank spot siaran RRI yang mencapai 20 persen di Bali. Komisi VII, kata dia, siap memperjuangkan tambahan anggaran untuk memperbaiki kualitas penyiaran dan memperkuat infrastruktur pemancar.
Evita turut menekankan pentingnya peningkatan kapasitas wartawan, terutama bagi media online. Ia menilai jurnalis harus terus memperkaya sudut pandang agar menghasilkan konten yang beragam dan mendalam. Pelatihan rutin, menurutnya, menjadi langkah penting untuk meningkatkan profesionalisme di era persaingan media yang semakin ketat (RED).





























Discussion about this post