JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Guru Besar dan Pengamat Politik LIPI, Prof. Siti Zuhro, mengingatkan pentingnya kesiapan kader muda Partai Golkar menghadapi perubahan dinamika pemilu dan sistem politik di Indonesia. Pesan itu ia sampaikan dalam acara Urun Rembug DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) bertajuk “Masa Depan Golkar dan Sistem Pemilu di Indonesia” yang berlangsung di AMPI Media Centre, Menteng, Jakarta, Kamis (31/7).
Dalam paparannya, Siti Zuhro menyoroti perubahan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) dan wacana pemisahan pemilu nasional dan daerah. Menurutnya, perubahan regulasi ini menuntut partai politik menyiapkan strategi dan kader yang tangguh. “Jika partai tidak bersiap dari sekarang, akan sulit mengontrol kualitas calon legislatif dan kepala daerah yang diusung,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kualitas pemilih (voters) dan kader sama-sama menentukan masa depan demokrasi Indonesia. Menurutnya, distorsi politik bisa terjadi bila partai hanya mengandalkan popularitas tanpa memperkuat kompetensi kader. “Anak muda harus berani tampil dengan kualitas, bukan hanya terkenal. Golkar perlu kader-kader yang outstanding agar tidak sekadar ikut kontestasi, tapi juga memimpin dengan gagasan,” tegasnya.
Siti Zuhro mengingatkan bahwa filosofi kebangsaan harus menjadi fondasi bagi setiap kader muda. “Kita punya Pancasila sebagai way of life, konstitusi, dan bentuk negara kesatuan. Semua ini harus dipahami oleh calon pemimpin, agar tidak kehilangan arah di tengah perubahan politik,” jelasnya.
Menurutnya, Golkar harus mengoptimalkan kaderisasi agar tidak hanya menghasilkan tokoh-tokoh populer, tetapi juga pemimpin yang memahami rakyat dan siap menjadi teladan. “Kaderisasi tidak boleh hanya untuk pemilu sesaat. Kita butuh tokoh muda yang bisa menjadi role model bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan harapan agar AMPI mampu menjadi motor regenerasi politik di tubuh Golkar. Dengan menyiapkan kader muda yang berkualitas, Golkar diyakini tetap bisa bersaing dalam setiap pemilu, termasuk menghadapi kompetisi ketat pada 2029.
“Generasi muda Golkar harus menunjukkan kebaruan, energi positif, dan kualitas yang bisa dipercaya rakyat. Itulah kunci agar partai tetap relevan di tengah perubahan sistem politik,” pungkas Siti Zuhro (RED).































Discussion about this post