JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Madura (IKAMA), yang juga pendiri Forum Komunikasi Masyarakat Madura (FKMM) H. Muhammad Rawi, menolak tegas wacana pengembalian tarif tol Jembatan Suramadu. Dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (19/02/2025), ia menyebut kebijakan ini sebagai langkah mundur yang merugikan masyarakat Madura.
“Suramadu dibangun untuk mempercepat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Madura. Jika kebijakan tol berbayar diterapkan kembali, ini jelas menghambat akses masyarakat dan perkembangan ekonomi di wilayah kami,” ujar H. Muhammad Rawi.
Sejak awal, IKAMA berperan aktif dalam mengawal kebijakan terkait Suramadu, termasuk memperjuangkan penggratisan tol yang akhirnya dikabulkan Presiden Joko Widodo pada 2019.
“Kami dulu berjuang mati-matian agar masyarakat bisa menikmati akses gratis. Alhamdulillah, setelah bertemu langsung dengan Presiden Jokowi, perjuangan kami dikabulkan,” kenang H.Muhammad Rawi yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT).
Selain itu, H. Muhammad Rawi juga menyoroti persoalan kriminalitas di sekitar Suramadu.
“Daripada membahas tol berbayar, lebih baik pemerintah fokus pada keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat harus bersinergi untuk menjaga kondusivitas Suramadu,” tegasnya.
Menurutnya, Jembatan Suramadu harus tetap menjadi simbol kemajuan dan persatuan antara Surabaya dan Madura.
“Suramadu bukan hanya infrastruktur, tapi juga lambang kesetaraan pembangunan bagi masyarakat Madura. Jika diberlakukan tol lagi, ini sama saja menutup akses bagi banyak warga yang membutuhkan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan agama di Madura. “Madura adalah tanah kelahiran para ulama besar, seperti Syechona Muhammad Cholil. Kita harus menjaga identitas ini dengan mengedepankan akhlakul karimah dalam segala kebijakan,” lanjutnya.
Falsafah masyarakat Madura, seperti Bepak – Bebuk – Guruh – Ratoh, harus tetap dijadikan pegangan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Nilai-nilai ini mengajarkan kita untuk tetap kuat dan berpegang teguh pada prinsip dalam menghadapi tantangan, serta patuh pada orang tua, guru atau ulama. dan pemerintah” katanya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Madura harus terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas nasional. “Kami ingin Madura tetap menjadi bagian dari kemajuan bangsa, bukan justru dihambat dengan kebijakan yang merugikan masyarakat,” ujarnya.
Ia pun berharap agar banyak tokoh Madura yang kini berkiprah di berbagai sektor turut serta menjadi bagian dari pembangunan bangsa.
“Para tokoh eksekutif, legislatif, yudikatif, TNI-Polri, serta kalangan tokoh-tokoh blater harus bersatu padu menunjukkan kiprah Madura dalam perjalanan bangsa dan negara ini,” pungkasnya (RED).



























Discussion about this post