JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) sekaligus Ketua Umum PB HMI periode 1997-1999 memberikan testimoni dalam peringatan tujuh hari wafatnya Kholis Malik (Ketua Umum PB HMI periode 2002-2004) di Jakarta, pada Minggu, (24/11/2024) malam. Acara ini dihadiri oleh keluarga, sahabat, dan berbagai elemen aktivis. Baik dari HMI, JARI, GMNI dan dihadiri politisi dari Partai Golkar di mana Kholis Malik berkecimpung di dalamnya.
“Kita semua hadir malam ini untuk menyertai doa dan mengenang kepergian sahabat kita, Kholis Malik,” ucapnya.
Dalam testimoninya, Anas menyebut Kholis Malik sebagai sosok yang husnul hayat, menjalani kehidupan dengan baik, sehingga diyakini kembali dalam keadaan husnul khotimah. “Kita yakin beliau bagian dari ahli surga. Soal pergi itu soal urutan saja, soal giliran waktu. Kita semua adalah penunggu saat-saat yang sama yang dialami oleh saudara kita ini tujuh hari yang lalu,” kata Anas.
Meski mengaku tidak sering berinteraksi secara mendalam, Anas memiliki sejumlah catatan tentang Kholis Malik. “Sebagai sesama aktivis dalam periode yang sama, ada kesan kuat yang melekat pada dirinya,” ungkap Anas.
Menurut Anas, Kholis Malik dikenal sebagai aktivis yang proporsional dalam menyampaikan pikiran.
“Kholis tidak menyampaikan semua yang diketahui, tetapi memilih dan menyaring gagasan untuk menghasilkan pemikiran yang matang,” jelasnya.
Anas menyebut ada tiga tipe orang dalam dalam mendapatkan informasi yang diketahui. Tipe pertama, kata Anas, adalah orang yang menyampaikan lebih banyak dari yang diketahui. Kedua, ada tipe orang yang menyampaikan sebanyak yang dia ketahui.
“Tetapi, ada orang yang menyampaikan lebih sedikit dari yang dia ketahui karena pikiran-pikiranndan gagasan orang lain, diolah kemudian disaring, dan hanya sebagian yang dikeluarkan. Nah, Kholis ada di tipe ketiga ini,”kata Anas
Tipe seperti ini, Anas menerangkan, kalau di forum-forum HMI tidak akan jadi singanya forum.
“Tipe begini bukan singanya forum. Tetapi acap kali yang dibicarakan di forum itu, sebetulnya adalah produk pikiran orang-orang tipe ini. Tapi memang sebetulnya ajaran kita, ajaran agama kita mengajarkan lebih bagus kita menyampaikan lebih sedikit dari yang kita ketahui,”ujar Anas.
Ketua PKN itu juga menyoroti sifat teguh pendirian yang dimiliki Kholis Malik. “Beliau istiqomah, tidak mudah terombang-ambing, dan memiliki keyakinan yang menjadi panduan dalam setiap pilihan taktisnya,” ucap Anas dengan penuh penghargaan.
Kholis Malik juga dinilai sebagai sosok yang tangguh dan ulet dalam menghadapi tantangan. “Proses perjuangannya mencerminkan ketangguhan dan keuletan, yang menjadi kristalisasi dari perjalanan panjang sebagai aktivis,” ungkap Anas.
Selain itu, Kholis dikenal sebagai sahabat yang setia, terutama dalam kondisi sulit. “Kesetiaan kepada sahabat yang sedang di bawah angin atau terhempas badai adalah nilai penting yang dimiliki Kholis,” katanya.
Sifat loyal dan setia menjadikan Kholis Malik sebagai sahabat yang akan selalu dikenang. “Loyalitas dan kesetiaannya adalah nilai yang tidak akan lekang oleh waktu,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa perjalanan hidup Kholis memberikan banyak pelajaran, baik melalui keteguhan sikap maupun interaksi sosialnya. “Proses hidupnya adalah cerita tentang nilai-nilai yang bisa kita ambil sebagai pelajaran,” ujarnya.
Kehilangan Kholis Malik tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh banyak aktivis yang pernah berjuang bersamanya. “Kepergian beliau meninggalkan jejak mendalam dalam perjuangan aktivisme kita,” katanya (RED).































Discussion about this post