BANYUWANGI, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah. Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja Komisi X DPR RI ke Banyuwangi dalam rangka pengawasan kebijakan pelestarian cagar budaya.
Menurut Adde Rosi, Banyuwangi menunjukkan keseriusan dan konsistensi dalam mengelola potensi budaya secara sistematis dan terintegrasi lintas sektor. Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
“Banyuwangi ini luar biasa. Cagar budayanya sangat kaya. Kami mendengar langsung paparan Ibu Bupati terkait Kawah Ijen yang sedang diusulkan menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark, serta melihat Kampung Inggrisan yang tengah direnovasi. Ini bukti nyata keseriusan daerah dalam menjaga identitas budaya,” ujar Adde Rosi di Banyuwangi, Rabu (11/02)
Politisi Partai Golkar itu menambahkan, dukungan terhadap sektor kebudayaan di Banyuwangi tidak hanya bertumpu pada satu perangkat daerah, tetapi melibatkan berbagai dinas melalui penganggaran yang terintegrasi.
“Anggarannya tidak hanya di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tetapi tersebar di beberapa dinas lain. Artinya, pengembangan kebudayaan di Banyuwangi benar-benar disupport lintas sektor,” katanya.
Meski memberikan apresiasi, Komisi X DPR RI juga mencatat sejumlah tantangan dalam pelestarian cagar budaya di daerah, terutama terkait keberadaan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang masih terbatas.
Adde Rosi menegaskan bahwa keberadaan TACB sangat penting dan wajib ada di setiap kabupaten/kota. Ia mendorong agar regulasi terkait pembentukan dan sertifikasi tim ahli dapat dievaluasi agar lebih fleksibel tanpa mengurangi standar profesionalisme.
“Kita ingin pelestarian cagar budaya berjalan optimal. Jangan sampai daerah yang sudah punya komitmen kuat justru terhambat oleh persoalan administratif,” tegasnya.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari komitmen Komisi X DPR RI dalam memastikan kebijakan pelestarian cagar budaya berjalan efektif di lapangan. Banyuwangi dinilai sebagai contoh sinergi antara komitmen pemerintah daerah dan dukungan kebijakan pusat dalam menjaga warisan budaya bangsa secara berkelanjutan (RED).






























Discussion about this post