JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengingatkan seluruh kader agar kembali pada tujuan utama berdirinya Partai Golkar, yakni menjaga dan mempertahankan ideologi bangsa Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Bahlil saat membuka kegiatan Training of Trainers (ToT) Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diikuti seluruh Anggota MPR/DPR RI Fraksi Partai Golkar, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
“Partai Golkar sebagai partai yang didirikan oleh para pendahulu kita, yang salah satu tujuannya adalah mempertahankan ideologi Pancasila, harus menjaga kebinekaan sebagai bagian dari aset negara terbesar kita,” kata Bahlil.
Ia mengajak kader Golkar untuk menengok kembali perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam menyatukan Nusantara yang terdiri dari 17.400 pulau, 1.413 suku, dan 718 bahasa, yang menurutnya bukan proses mudah.
Bahlil menegaskan bahwa kesadaran berbangsa yang lahir sejak Kebangkitan Nasional 1908 hingga Sumpah Pemuda 1928 merupakan buah dari kebesaran jiwa para pendahulu bangsa.
“Sumpah Pemuda itu adalah perekat untuk mengikat kita dalam satu perspektif yang sama, bahwa persatuan dengan mengabaikan perbedaan adalah langkah menuju kemerdekaan,” jelasnya.
Peringatan Potensi Perpecahan
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga mewanti-wanti potensi perpecahan bangsa jika masyarakat maupun elite politik masih mempersoalkan latar belakang kedaerahan di era modern.
Menurutnya, fondasi Bhinneka Tunggal Ika sudah bersifat final dan tidak semestinya terus diperdebatkan jika bangsa Indonesia ingin terus melangkah maju.
“Kalau hari ini bangsa ini masih memperdebatkan satu dari NTT, satu dari Sulawesi, satu dari Aceh, satu dari Papua, satu dari Maluku, dan satu dari Kalimantan, maka tunggu saatnya saja perpecahan,” tegas Bahlil.
Ia menutup dengan menekankan bahwa menjaga persatuan dan kebinekaan merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa, khususnya kader partai politik yang berada di garis depan demokrasi (RED).






























Discussion about this post