JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginginkan iklim kompetisi politik yang lebih kondusif pada pelaksanaan Pemilu 2029 mendatang. Hal tersebut disampaikan Cak Imin usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Menurut Cak Imin, dalam pertemuan tersebut dibahas pula wacana penataan ulang sistem politik, termasuk mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), agar tidak memicu kompetisi politik yang berlebihan dan berpotensi memecah belah masyarakat.
“Itu termasuk poin-poin pikiran yang kami usung dan beliau amat sangat setuju. Bahkan, politik yang terlampau kompetitif, tiap hari kompetitif, tidak produktif,” ujar Cak Imin.
Ia menjelaskan, PKB berpandangan bahwa kompetisi politik tetap diperlukan dalam demokrasi, namun harus dibatasi pada momen-momen tertentu agar energi bangsa tidak terkuras oleh konflik politik yang berkepanjangan.
“Kompetisi politik saatnya dibatasi, tidak setiap hari. Tetapi saat-saat tertentu, sehingga lebih produktif bangsa kita. Salah satunya adalah pilkada yang menjadi program untuk dikembalikan pada sistem yang lebih kondusif,” jelasnya.
Cak Imin menegaskan, PKB sejak lama mendukung pelaksanaan Pilkada secara tidak langsung melalui DPRD. Menurutnya, sistem tersebut dinilai mampu menekan eskalasi politik di tingkat lokal.
“Setuju. PKB dari dulu menginginkan Pilkada melalui DPRD,” tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan DPR dan pemerintah telah sepakat tidak melakukan revisi UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada pada tahun 2026. RUU Pilkada juga tidak masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas tahun ini.
“Kami sudah sepakat dalam Prolegnas tahun ini tidak masuk agenda pembahasan UU Pilkada,” ujar Dasco dalam konferensi pers di kompleks parlemen, Jakarta (RED).



























Discussion about this post