MAKASSAR, RADIANTVOICE.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam proses Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), terutama untuk mencegah berbagai bentuk kecurangan yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan tinggi.
Hal tersebut disampaikan saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI ke Makassar, Jumat (10/4/2026), dalam rangka mengevaluasi seluruh tahapan seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS).
“Pada tahapan berikutnya melalui jalur tes, kami berharap tidak ada lagi kecurangan, baik perjokian maupun praktik lain yang mengurangi kemurnian hasil seleksi,” ujar Lalu Hadrian.
Dalam pertemuan bersama sejumlah pimpinan perguruan tinggi, termasuk Universitas Hasanuddin dan Universitas Negeri Makassar, ia mengapresiasi pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang dinilai berjalan lancar sesuai target pemerintah.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa potensi pelanggaran masih kerap muncul, terutama terkait praktik perjokian dan manipulasi nilai rapor dalam jalur prestasi. Menurutnya, hal ini harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, termasuk sekolah.
“Tidak boleh ada lagi modifikasi nilai rapor. Ini menyangkut keadilan bagi siswa yang benar-benar berprestasi,” tegasnya.
Selain isu integritas, Lalu Hadrian juga menyoroti pentingnya penataan sistem penerimaan mahasiswa baru agar tidak menimbulkan ketimpangan antara PTN dan PTS. Ia meminta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX untuk memperkuat koordinasi dengan seluruh kampus guna menciptakan sistem yang lebih adil dan seimbang.
Menurutnya, selama ini PTS sering kali berada dalam posisi kurang diuntungkan karena jadwal penerimaan PTN yang tidak disiplin, sehingga mempersempit ruang bagi PTS untuk menjaring mahasiswa.
“Kami ingin memastikan tidak ada ketimpangan antara PTN dan PTS. Harus ada harmonisasi agar semua lembaga pendidikan mendapatkan kesempatan yang adil,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa PTN harus mematuhi jadwal seleksi yang telah ditetapkan, mulai dari jalur SNBP hingga jalur mandiri, agar tidak mengganggu ekosistem penerimaan mahasiswa secara keseluruhan.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi X DPR RI juga menyerap berbagai aspirasi dari perguruan tinggi terkait tantangan pelaksanaan SPMB, termasuk isu administrasi dan transparansi hasil seleksi.
Lalu Hadrian menekankan bahwa sistem penerimaan mahasiswa baru harus dijalankan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu menghasilkan mahasiswa yang benar-benar berkualitas.
“SPMB harus menjadi sistem yang adil dan bersih. Ini penting untuk menjaga kualitas pendidikan tinggi kita ke depan,” pungkasnya (RED).



























Discussion about this post