JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Forum Komunikasi Koperasi Kelurahan Merah Putih (FORKOM KKMP) DKI Jakarta resmi dideklarasikan di kawasan Masjid Istiqlal dalam rangkaian kegiatan IGF Food & Craft, Sabtu (11/4/2026). Momentum tersebut disebut sebagai “Deklarasi Istiqlal” yang menandai penguatan peran koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat di Ibu Kota.
Pembentukan FORKOM KKMP DKI Jakarta dinilai sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan dan memperkuat koordinasi 267 Koperasi Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.
Salah satu deklarator, Bahris Paseng, menegaskan bahwa kehadiran forum ini menjadi kebutuhan mendesak dalam membangun sistem komunikasi koperasi yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Dengan 267 KKMP yang tersebar, diperlukan sistem komunikasi yang terintegrasi. Forum ini menjadi wadah koordinasi sekaligus akselerasi program koperasi di tingkat kelurahan,” ujar Bahris.
Ia menambahkan, deklarasi ini juga menjadi komitmen bersama untuk menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi perkotaan.
Deklarator lainnya, Muhammad Sholeh, menyebut bahwa FORKOM KKMP akan memperkuat sinergi antar koperasi di tingkat akar rumput. Menurutnya, selama ini koperasi berjalan sendiri-sendiri tanpa jaringan yang kuat.
“Dengan adanya forum ini, koperasi bisa saling terhubung, berbagi informasi, dan memperkuat jaringan usaha demi meningkatkan kesejahteraan anggota,” katanya.
Sementara itu, Marwan Aziz menilai pembentukan FORKOM KKMP menjadi momentum penting untuk mengonsolidasikan potensi besar koperasi di Jakarta yang selama ini belum terintegrasi secara optimal.
“Melalui FORKOM, kita bisa membangun kekuatan ekonomi kolektif, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
FORKOM KKMP DKI Jakarta ke depan akan mengembangkan sistem koordinasi berjenjang mulai dari tingkat provinsi hingga kelurahan. Selain itu, forum ini juga akan mendorong digitalisasi koperasi melalui platform terpadu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta membuka akses permodalan dan pasar.
Sejumlah program strategis telah disiapkan, di antaranya penguatan kelembagaan koperasi, pengembangan usaha berbasis potensi lokal, serta kemitraan dengan pemerintah, BUMN, dan sektor swasta. Sektor prioritas yang akan dikembangkan meliputi sembako, logistik, farmasi, hingga layanan cold storage.
Dengan terbentuknya FORKOM KKMP DKI Jakarta, diharapkan koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yang lebih terorganisir dan modern.
“Dengan semangat ‘Koperasi Bangkit, Ekonomi Melejit’, kami optimistis koperasi mampu menjadi tulang punggung ekonomi Jakarta,” pungkas Bahris (RED).


























Discussion about this post