JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKB, Dipo Nusantara, mendesak pemerintah segera memperkuat kebijakan pelarangan plastik sekali pakai guna menekan pencemaran laut yang kian mengkhawatirkan.
Desakan tersebut disampaikan menyusul lonjakan harga plastik global yang dinilai dapat menjadi momentum untuk mendorong perubahan kebijakan dan perilaku konsumsi masyarakat.
“Kita harus jujur bahwa sampah plastik adalah ancaman serius. Plastik mencemari laut, membunuh biota, hingga menyumbat saluran air yang memicu banjir,” ujarnya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Dipo mengungkapkan bahwa sampah plastik masih mendominasi pencemaran laut di Indonesia dan sulit terurai, sehingga berdampak jangka panjang terhadap ekosistem serta kesehatan manusia akibat mikroplastik.
Ia juga menyoroti data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mencatat produksi sampah nasional mencapai 56,6 juta ton per tahun, dengan sekitar 18 persen di antaranya berupa plastik.
Menurutnya, tanpa langkah tegas, persoalan ini akan menjadi beban ekologis dan ekonomi yang semakin besar di masa depan.
Karena itu, Dipo mendorong pemerintah tidak hanya memperketat regulasi, tetapi juga memperluas program daur ulang serta mendorong industri beralih ke kemasan ramah lingkungan.
“Kenaikan harga ini harus dimanfaatkan untuk mendorong perubahan perilaku, baik di tingkat industri maupun masyarakat, menuju pola konsumsi yang lebih berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya pengurangan plastik harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan agar mampu melindungi ekosistem laut serta menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang (RED).




























Discussion about this post