JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa stok LPG nasional kini dalam kondisi aman setelah pemerintah melakukan langkah cepat melalui negosiasi dengan sejumlah negara mitra.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Halal Bihalal DPP Partai Golkar di Jakarta, Rabu (9/4/2026).
Bahlil menjelaskan, sebelumnya cadangan LPG Indonesia sempat berada di bawah batas aman, yakni kurang dari 10 hari. Namun, kondisi tersebut berhasil diatasi melalui kerja sama pasokan dengan negara seperti Jepang, Australia, dan Brunei Darussalam.
“Cadangan LPG kita sempat tidak sampai 10 hari, tapi sekarang sudah di atas 10 hari. Ini hasil dari langkah cepat yang kita lakukan,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG masih cukup tinggi, yakni sekitar 75 persen dari total kebutuhan nasional yang mencapai 8,5 juta ton per tahun.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi melalui penguatan produksi dalam negeri dan diversifikasi sumber energi.
Meski demikian, Bahlil memastikan pemerintah terus bekerja untuk menjaga stabilitas pasokan energi agar tidak mengganggu kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi tantangan energi, termasuk dalam menjaga ketersediaan dan distribusi LPG di seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, Bahlil juga menekankan pentingnya langkah strategis jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan ketahanan energi nasional.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa pengelolaan energi harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan respons cepat terhadap dinamika global,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus menjaga stabilitas energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global (RED).





























Discussion about this post