JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menyoroti persoalan akomodasi jemaah haji yang dinilai belum sesuai standar, khususnya terkait jarak hotel yang terlalu jauh dari Masjidil Haram.
Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Haji dan Umrah RI serta Badan Pengelola Keuangan Haji di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, Selly menemukan adanya hotel jemaah yang berjarak hingga 13 kilometer dari Masjidil Haram, jauh melampaui kesepakatan awal yang hanya berkisar 4–5 kilometer.
Menurutnya, kondisi ini berpotensi mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan ibadah jemaah, terutama bagi kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas.
“Jarak yang terlalu jauh tentu sangat memberatkan jemaah. Ini harus menjadi perhatian serius agar pelayanan benar-benar sesuai dengan standar yang dijanjikan,” ujarnya.
Selain masalah akomodasi, Selly juga menemukan fasilitas pendukung seperti tempat wudu yang tidak layak dan berpotensi membahayakan jemaah.
Ia menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan seluruh aspek pelayanan haji dipersiapkan secara matang dan tidak hanya bersifat administratif.
“Kami tidak ingin hanya mendengar paparan tanpa implementasi. Harus ada keseriusan dalam memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah,” tegasnya.
Di sisi lain, Selly juga menyoroti persoalan katering yang belum terintegrasi dengan baik serta distribusi logistik yang masih lamban, termasuk pengiriman koper jemaah.
Ia turut mempertanyakan kesiapan maskapai Garuda Indonesia dalam mendukung kelancaran ibadah haji, termasuk kualitas layanan selama penerbangan.
Lebih lanjut, Selly mengingatkan pentingnya mitigasi risiko di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah, termasuk kesiapan protokol evakuasi bagi jemaah Indonesia.
Ia berharap seluruh persoalan tersebut segera dibenahi agar pelaksanaan haji 2026 dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan sesuai harapan masyarakat (RED)


























Discussion about this post