JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M Sarmuji, mendorong pemerintah untuk segera menyerap produksi telur peternak rakyat melalui optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menstabilkan harga di tingkat peternak.
Desakan tersebut disampaikan menyusul turunnya harga telur di sentra produksi seperti Blitar, Jawa Timur, yang kini berada di kisaran Rp21.000–Rp22.000 per kilogram, sementara harga pakan masih tinggi.
Menurut Sarmuji, kondisi tersebut menimbulkan tekanan serius bagi peternak dan berpotensi mengganggu keberlangsungan usaha mereka jika tidak segera diintervensi.
“Program MBG bisa menjadi instrumen efektif untuk menyerap produksi telur peternak. Dengan peningkatan frekuensi menu telur, kita bisa membantu menyeimbangkan harga,” ujarnya lewat keterangan yang diterima Radiant Voice, Rabu (08/04).
Ia menilai peningkatan penggunaan telur dalam program MBG selama satu hingga dua bulan ke depan dapat menjadi solusi cepat untuk mengatasi kelebihan pasokan di pasar.
Selain itu, Sarmuji juga mengungkapkan banyaknya keluhan dari peternak di berbagai daerah yang terdampak langsung oleh turunnya harga jual telur.
“Keluhan dari peternak terus berdatangan. Ini menunjukkan masalahnya nyata dan harus segera direspons pemerintah,” tegasnya.
Ia menambahkan, sektor peternakan ayam petelur memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
Sarmuji menegaskan Fraksi Partai Golkar DPR RI akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada peternak rakyat, termasuk memastikan adanya intervensi pasar yang tepat guna menjaga stabilitas harga dan keberlangsungan usaha (RED).


























Discussion about this post