JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Imas Aan Ubudiyah, mendesak pemerintah untuk memastikan stabilitas pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Menurut Imas, pemerintah tidak boleh bersikap reaktif dan baru bertindak ketika kelangkaan terjadi di masyarakat. Ia menegaskan pentingnya langkah antisipatif guna menjaga stabilitas pasokan energi yang sangat dibutuhkan oleh rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
“Kami meminta pemerintah memastikan pasokan LPG tetap aman meskipun terjadi ketegangan di Timur Tengah. Pemerintah jangan menunggu sampai terjadi kelangkaan baru bertindak,” ujar Imas Aan di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa LPG merupakan kebutuhan dasar yang memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah.
“Hampir seluruh sumber energi dasar kelas menengah dan bawah tergantung pada LPG. Jadi ketersediaan stok LPG sangat fundamental,” katanya.
Imas juga menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG. Berdasarkan data, sekitar 80 persen kebutuhan nasional masih dipenuhi dari pasar global, sementara produksi domestik hanya mampu memenuhi sekitar 20 persen.
Kondisi tersebut, menurutnya, membuat Indonesia rentan terhadap gangguan pasokan akibat konflik geopolitik maupun fluktuasi harga energi dunia.
“Ketergantungan impor LPG yang tinggi membuat posisi Indonesia sangat rentan. Jika terjadi gangguan pasokan global, dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Untuk itu, Imas mendorong pemerintah, khususnya kementerian terkait, agar memperketat pengawasan distribusi LPG di lapangan guna mencegah praktik penimbunan dan spekulasi harga.
“Langkah antisipasi jauh lebih penting daripada penanganan saat krisis sudah terjadi. Pemerintah harus memastikan stok aman dan harga tetap stabil,” pungkasnya (RED).




























Discussion about this post