JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti kebijakan pemerintah yang menetapkan work from home (WFH) setiap Jumat bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika global.
Puan menegaskan, kebijakan tersebut tidak boleh mengganggu kualitas pelayanan publik yang menjadi tanggung jawab utama negara kepada masyarakat.
“WFH ASN bukan soal fleksibilitas semata, tetapi soal apakah negara tetap bekerja saat kantor tidak penuh. Fleksibilitas kerja ASN akan dinilai dari tetap cepat atau tidaknya negara melayani rakyat,” ujar Puan dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, masyarakat akan langsung merasakan dampak dari perubahan pola kerja birokrasi tersebut, terutama dalam hal kecepatan dan responsivitas layanan publik.
“Apakah pelayanan publik tetap berjalan dengan kecepatan yang sama ketika pola kerja birokrasi berubah,” katanya.
Puan menekankan bahwa masyarakat tidak mempersoalkan lokasi kerja ASN, melainkan hasil kerja yang dirasakan secara langsung, seperti ketepatan waktu penyelesaian dokumen hingga kecepatan layanan administrasi.
“Kepercayaan publik dibentuk bukan oleh perubahan aturannya, tetapi oleh apakah masyarakat tetap merasakan negara bekerja dengan ritme yang sama,” jelasnya.
Ia menilai, kebijakan WFH dapat menjadi bagian dari modernisasi birokrasi apabila mampu mendorong perubahan orientasi kerja dari kehadiran fisik menuju kinerja yang terukur.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa fleksibilitas kerja hanya akan diterima publik jika tidak menimbulkan kesan menurunnya kualitas pelayanan negara.
“Pada konteks tersebut, keberhasilan kebijakan ini bergantung pada kemampuan setiap instansi menjaga bahwa layanan yang bersentuhan langsung dengan rakyat tidak mengalami perlambatan,” paparnya.
Lebih lanjut, Puan menegaskan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkala dalam implementasi kebijakan tersebut agar tetap berjalan efektif.
“Kebijakan ini juga tidak bisa dibiarkan hanya berjalan sebagai kebijakan administratif tanpa indikator evaluasi yang jelas. Harus ada evaluasi berkala untuk memastikan apakah model WFH sehari dalam sepekan bagi ASN berjalan dengan efektif,” pungkasnya (RED).




























Discussion about this post