BOGOR, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, mendesak percepatan revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) guna memperkuat peran edukasi keluarga di tengah dinamika sosial masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat pengawasan Kunjungan Kerja Spesifik Tim Komisi VIII DPR RI di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026).
Menurut Atalia, KUA memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi pra-nikah dan pembinaan keluarga di masyarakat.
“Situasi ini perlu kita dampingi bersama. Edukasi kepada masyarakat harus diperkuat agar nilai-nilai keluarga tetap terjaga. Masalah ini akan menjadi poin krusial yang akan kami kawal dalam rapat kerja bersama Kementerian Agama mendatang,” ujar Atalia.
Ia menilai, penguatan fungsi KUA menjadi semakin penting di tengah perubahan pola pikir generasi muda, termasuk tren menunda pernikahan hingga fenomena childfree.
Selain itu, Atalia juga menyoroti kondisi infrastruktur KUA, khususnya di Jawa Barat, yang dinilai masih jauh dari ideal.
“Sebagian di antaranya tidak layak, ada yang rusak ringan hingga rusak berat. Bahkan ada kantor yang ruangannya sangat sempit, sehingga untuk meletakkan meja saja harus berebutan. Ini harus menjadi perhatian serius,” ungkapnya.
Tak hanya infrastruktur, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan penghulu dan penyuluh agama sebagai ujung tombak pelayanan.
“Kebutuhan akan penyuluh dan penghulu harus kita penuhi, namun harus dibarengi dengan perhatian pada kesejahteraan mereka. Dedikasi dan kerja keras mereka dalam melayani masyarakat harus dihargai secara layak oleh negara,” tegasnya.
Atalia menegaskan bahwa penguatan KUA, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia, menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas layanan keluarga di Indonesia semakin baik.
“Ada kekhawatiran terkait masa depan di kalangan anak muda, sehingga mereka ragu untuk membina keluarga atau memiliki keturunan,” pungkasnya (RED).































Discussion about this post