JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan pentingnya institusionalisasi partai politik sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan organisasi di tengah tekanan politik yang dinamis.
Hal tersebut disampaikan Hasto saat menjadi pembicara utama dalam forum internasional Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) di Makati, Filipina, Jumat (27/3/2026).
Dalam paparannya bertajuk The Institutionalization of Political Parties, Resilience, and Strategic Campaigns, Hasto menjelaskan bahwa partai politik yang terinstitusionalisasi dengan baik akan memiliki daya tahan tinggi menghadapi berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal.
“Inilah bukti nyata dari resiliensi atau daya tahan partai yang telah terinstitusionalisasi,” ujar Hasto, merujuk pada capaian PDIP dalam Pemilu 2024.
Ia mengungkapkan, meskipun menghadapi tekanan berat, PDIP tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai pemenang Pemilu Legislatif 2024, bahkan mencatat penambahan kursi di tingkat kabupaten/kota.
Menurut Hasto, kunci keberhasilan tersebut tidak lepas dari kepemimpinan strategis Megawati Soekarnoputri yang dinilai berhasil mengintegrasikan nilai-nilai ideologis ke dalam sistem organisasi partai.
Ia memaparkan tujuh indikator utama dalam institusionalisasi partai, yakni berpikir kritis, visi, arah kebijakan, nilai inti, biopolitik, keberpihakan, serta komitmen.
“Perpaduan kepemimpinan strategis dan institusionalisasi membuat partai menjadi fleksibel, adaptif, dan memiliki kapasitas bertahan hidup yang tinggi,” jelasnya.
Forum internasional tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh politik regional, seperti Florencio Abad dari Filipina dan Chee Soon Juan dari Singapura.
Dalam penutup paparannya, Hasto mengutip pesan Soekarno pada 1965 yang menekankan bahwa perjuangan bangsa tidak pernah berakhir, sekaligus menegaskan bahwa institusionalisasi partai merupakan proses berkelanjutan untuk menjaga demokrasi dan kedaulatan rakyat (RED).



























Discussion about this post