JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembentukan lembaga akreditasi dapur. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan standar keamanan pangan benar-benar terpenuhi.
Desakan tersebut muncul setelah ditemukannya 1.251 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melanggar standar layanan. Dari jumlah tersebut, 1.030 unit ditangguhkan, 210 unit mendapat surat peringatan pertama (SP1), dan 11 unit menerima surat peringatan kedua (SP2).
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini menyangkut masa depan generasi kita. Jangan sampai sertifikasi hanya menjadi formalitas. Yang paling penting adalah makanan yang disajikan benar-benar aman, sehat, dan layak dikonsumsi,” ujar Neng Eem di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Menurut dia, rencana BGN yang mewajibkan tiga sertifikasi utama—yakni laik higiene dan sanitasi, sertifikasi halal, serta Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP)—harus diiringi dengan pengawasan ketat dan penegakan aturan yang tegas.
Ia menilai, tanpa implementasi yang serius, sertifikasi tersebut berisiko hanya menjadi simbol administratif tanpa menjamin kualitas makanan yang dikonsumsi masyarakat.
“Jika ditemukan pelanggaran serius, tidak cukup hanya ditutup sementara. Harus ada tindakan tegas hingga pencabutan izin operasional. Ini penting untuk memberikan efek jera dan menjaga martabat program nasional ini,” tegasnya.
Neng Eem juga mengapresiasi langkah awal BGN dalam menindak ribuan SPPG bermasalah. Namun, ia menekankan bahwa ke depan sistem akreditasi harus lebih bersifat preventif untuk mencegah terjadinya pelanggaran sejak awal.
“Ke depan, kita berharap tidak ada lagi kasus keracunan atau makanan basi. Sertifikasi ini harus menjadi garansi mutlak bahwa program MBG aman dan berkualitas tinggi,” pungkasnya.
Ia berharap penguatan sistem akreditasi dapat memastikan anggaran besar yang digelontorkan negara benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas gizi generasi mendatang (RED).






























Discussion about this post