SURABAYA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari menyoroti rendahnya cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional yang dinilai dapat mengancam ketahanan energi Indonesia jika tidak segera diperkuat.
Hal tersebut disampaikan Ratna setelah Komisi XII DPR RI menerima paparan dari Pertamina dalam Kunjungan Kerja Spesifik di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/3/2026).
Menurut Ratna, berdasarkan informasi yang diterima dari pemerintah, cadangan BBM Indonesia saat ini hanya berada di kisaran sekitar 21 hari, angka yang masih jauh dari standar cadangan energi di banyak negara.
“Kami sudah mengonfirmasi bahwa sesuai dengan statement Menteri ESDM, ketersediaan BBM kita naik turun sekitar 21 hari,” ujar Ratna.
Ia menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah strategis untuk meningkatkan cadangan energi nasional agar Indonesia lebih siap menghadapi dinamika geopolitik maupun fluktuasi pasokan energi global.
“Kami meminta kepada teman-teman di Pertamina agar bisa menaikkan setidaknya sampai mendekati standar negara-negara lain yang sekitar 90 hari,” tegasnya.
Selain memperkuat cadangan BBM, Ratna juga mendorong pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan produksi minyak mentah dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan domestik sebelum dialokasikan ke pasar lain.
“Kami berharap pemerintah segera menyiapkan regulasi agar produksi crude oil yang dihasilkan di Indonesia ini di-hold dulu dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” jelas legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur IX tersebut.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu menambahkan bahwa kilang minyak dalam negeri dinilai sudah mampu mengolah minyak mentah produksi domestik, sehingga kebijakan tersebut realistis untuk diterapkan.
Ratna berharap penguatan cadangan energi nasional dapat menjaga stabilitas pasokan BBM bagi masyarakat, terutama menjelang momentum meningkatnya mobilitas seperti selama Ramadan dan Idulfitri (RED).




























Discussion about this post