JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Beniyanto Tamoreka, menilai kebijakan pemerintah menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi langkah penting untuk menghadapi dinamika pasar energi global.
Menurut Beniyanto, keputusan pemerintah melalui Bahlil Lahadalia selaku Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menjaga harga BBM bersubsidi hingga periode Lebaran merupakan upaya strategis untuk memberikan kepastian bagi masyarakat.
“Kami di Komisi XII DPR RI pada prinsipnya mendukung langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi, khususnya BBM subsidi. Ini penting agar masyarakat tetap merasa tenang di tengah dinamika harga energi global,” ujar Beniyanto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa pasar energi dunia saat ini tengah menghadapi tekanan yang cukup besar. Dalam beberapa waktu terakhir, harga minyak mentah global bahkan telah menembus angka lebih dari 100 dolar Amerika Serikat per barel.
Kenaikan harga tersebut dipicu oleh berbagai faktor, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak langsung pada stabilitas pasokan energi global.
Beniyanto menilai kondisi tersebut menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui berbagai kebijakan strategis.
Salah satu langkah yang didorong adalah penguatan pemanfaatan energi domestik, termasuk melalui program mandatori biodiesel hingga B50.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor perkebunan nasional yang menjadi pemasok bahan baku biodiesel.
Selain itu, ia menekankan pentingnya koordinasi yang kuat antara pemerintah, BUMN energi, serta para pemangku kepentingan di sektor energi untuk memastikan pasokan energi nasional tetap aman.
Beniyanto berharap sinergi tersebut dapat menjaga stabilitas sistem energi nasional sekaligus meningkatkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan pasar energi global di masa mendatang (RED).





























Discussion about this post