JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua Dewan Penasehat DPP Pengajian Al-Hidayah, Sri Suparni Bahlil, menyoroti pentingnya peran perempuan dan organisasi keagamaan dalam mendorong kemajuan riset dan teknologi yang berlandaskan nilai-nilai keimanan.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Workshop dan Buka Puasa Bersama bertema “Integrasi Sains dan Al-Qur’an; Dialog Iman dan Ilmu” yang digelar di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara DPP Pengajian Al-Hidayah, Komisi X DPR RI, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dalam sambutannya, Sri Suparni menekankan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki landasan iman yang kuat.
“Perempuan dan organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan riset dan teknologi yang tetap berlandaskan nilai-nilai keimanan,” ujar Sri Suparni.
Ia menilai integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama menjadi kunci penting dalam membangun peradaban yang seimbang antara kemajuan teknologi dan kekuatan moral.
Workshop tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan peneliti, di antaranya peneliti Pusat Riset Kebijakan Publik Badan Riset dan Inovasi Nasional, Agus Fanar Syukri, serta Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sukron Kamil.
Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas hubungan antara perkembangan sains modern dan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Selain sesi diskusi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim dan piatu serta kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama.
Acara kemudian ditutup dengan doa dan buka puasa bersama sebagai bentuk mempererat silaturahmi antara pengurus, anggota, serta para tamu undangan yang hadir (RED).






























Discussion about this post