JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Hetifah Sjaifudian, mengajak umat Islam memperbanyak tadarus Al-Qur’an selama bulan suci Ramadan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus meraih ampunan atau maghfirah.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan santunan, tadarus, dan buka puasa bersama yang diselenggarakan DPP Pengajian Al-Hidayah pada Jumat (7/3/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Menjemput Maghfiroh Melalui Tadarus dan Berbagi.”
Acara tersebut dihadiri Ketua Dewan Pembina Pengajian Al-Hidayah Sri Suparni Bahlil, Wakil Ketua Umum Pengajian Al-Hidayah Siti Marhamah Mujib dan Rita Fitria Ace, jajaran Hasta Karya, perwakilan organisasi perempuan Muslim, serta pengurus pusat dan daerah Pengajian Al-Hidayah dari berbagai wilayah. Selain digelar secara langsung, kegiatan juga diikuti secara daring oleh pengurus provinsi hingga kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta mengikuti tadarus Al-Qur’an yang dipimpin oleh Uthari. Pembacaan Al-Qur’an dilakukan secara luring dan daring sebagai bagian dari amaliah Ramadan yang diharapkan dapat memperkuat spiritualitas umat.
Selain tadarus, acara juga diisi dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Dewan Pakar DPP Pengajian Al-Hidayah, Rumadani Sagala. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan keutamaan bulan Ramadan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an sekaligus bulan penuh ampunan bagi umat Islam.
Rumadani juga menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an memiliki beberapa tingkatan, mulai dari qira’ah atau membaca secara rutin, tilawah yang memperhatikan tajwid dan makna, tadarus yang dilakukan bersama dengan saling menyimak, hingga tadabur yang berarti merenungkan isi dan pesan Al-Qur’an.
Dalam tausiyahnya, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hati selama menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, beberapa sikap seperti suudzon atau buruk sangka, tajassus atau mencari-cari kesalahan orang lain, serta ghibah dapat mengurangi pahala puasa.
Ia juga menyinggung perilaku mengolok-olok atau perundungan yang dilarang dalam ajaran Islam, termasuk tindakan menghina atau menyebarkan informasi yang belum tentu benar di media sosial.
Sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan piatu dari wilayah Jakarta Barat.
Rangkaian kegiatan amaliah Ramadan DPP Pengajian Al-Hidayah tersebut kemudian ditutup dengan buka puasa bersama sebagai momentum mempererat silaturahmi antar pengurus dan peserta yang hadir (RED).






























Discussion about this post