PANDEGLANG, RADIANTVOICE.ID – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Adde Rosi Khoerunnisa menggelar pelatihan konten kreator bagi puluhan remaja generasi Z di Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda agar mampu menghasilkan konten media sosial yang lebih baik dan bermanfaat.
Peserta pelatihan berasal dari kalangan pelajar hingga mahasiswa di Pandeglang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu hotel di daerah tersebut sebagai bagian dari upaya pembinaan kreativitas digital bagi generasi muda.
“Sebagaimana kita ketahui bahwa dunia media sosial saat ini cukup tinggi. Bahkan sekarang ini kaum gen Z mayoritas sudah bermain medsos, maka mereka harus membuat kontennya lebih baik dan bermanfaat,” ujar Adde Rosi.
Politisi yang akrab disapa Aci itu menilai, saat ini banyak konten yang dibuat generasi muda hanya berorientasi pada viralitas tanpa memperhatikan nilai edukasi di dalamnya.
Menurutnya, melalui pelatihan tersebut para peserta diharapkan mampu menjadi kreator yang tidak hanya kreatif tetapi juga menghasilkan konten yang memiliki nilai positif bagi masyarakat.
“Maka dari itu, melalui pelatihan ini diharapkan para gen Z menjadi konten kreator yang baik yang berisi dan ada nilainya serta bermanfaat,” katanya.
Ia menambahkan, jika memiliki bakat dan konsistensi, aktivitas sebagai konten kreator juga berpotensi menjadi profesi yang menjanjikan.
“Bahkan melalui pelatihan ini jika mereka punya bakat, bisa menjadi konten kreator yang profesional,” tambahnya.
Meski demikian, Aci mengingatkan bahwa pendidikan formal tetap harus menjadi prioritas utama bagi generasi muda.
“Meski mereka menjadi konten kreator, tapi urusan pendidikannya menjadi hal utama,” tegasnya.
Selain memberikan edukasi dan hiburan, menurutnya konten di media sosial juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi para kreator jika dikelola secara profesional.
“Iya, bisa juga mendapatkan penghasilan dari konten-konten mereka,” ujarnya.
Aci juga mengungkapkan bahwa pelatihan serupa sebelumnya pernah diberikan kepada kelompok ibu-ibu majelis taklim di Pandeglang. Tujuannya agar mereka dapat memanfaatkan ponsel pintar untuk membuat konten dakwah dan edukasi keagamaan.
“Karena sekarang ini mengaji itu bukan hanya datang ke majelis taklim saja. Tapi bisa melalui media sosial juga di manapun dan kapanpun,” pungkasnya (RED)





























Discussion about this post