JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Forum Staf Anggota (FOSTA) Fraksi Partai Golkar DPR RI kembali menggelar FOSTA Discuss Session (FDS) Volume 3 dengan fokus pada penguatan ketahanan ekonomi nasional di tengah memanasnya konflik global.
Ketua Umum FOSTA, Nur Wahyu Satrio Wibowo, menegaskan bahwa dinamika geopolitik dunia saat ini tidak bisa dipandang sebagai isu luar negeri semata, melainkan telah menjalar menjadi persoalan domestik yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi Indonesia.
“Isu geopolitik belakangan ini memberikan dampak pada perekonomian nasional. Diskusi ini diharapkan mampu memberi jalan tengah atas persoalan geopolitik yang tengah berkembang,” ujar Satrio dalam sambutannya.
Diskusi tersebut mengangkat tema “Menakar Risiko Geopolitik dan Implikasinya pada Ketahanan Ekonomi”, dengan menyoroti eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak pada stabilitas energi dan pasar keuangan global.
Ketua Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat FOSTA FPG DPR RI, M. Agus Winarko, menjelaskan bahwa konflik tersebut memperbesar ketidakpastian global dan mendorong volatilitas harga minyak dunia.
Menurutnya, Indonesia sebagai negara net importer minyak menghadapi risiko berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar, tekanan terhadap neraca perdagangan, hingga potensi membengkaknya subsidi energi.
“Ketika risiko geopolitik meningkat, pasar memasuki fase risk off. Dana portofolio keluar dari emerging market menuju aset aman seperti dolar AS. Dampaknya terasa pada rupiah dan pasar keuangan domestik,” terang Agus.
Ia juga menyoroti dilema fiskal pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat tidak tergerus.
“Menahan harga energi berarti subsidi berpotensi meningkat. Ini membuat ruang fiskal menyempit dan APBN lebih diarahkan untuk stabilitas daripada ekspansi,” jelasnya.
Selain sektor fiskal, Agus menambahkan bahwa dunia usaha juga terdampak akibat kenaikan biaya produksi dan ketidakpastian permintaan global. Dalam situasi seperti ini, pelaku usaha cenderung menunda ekspansi dan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
FOSTA menilai forum diskusi semacam ini penting sebagai ruang konsolidasi gagasan dan perumusan rekomendasi kebijakan berbasis analisis risiko global.
Kegiatan FDS Volume 3 tersebut juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama keluarga besar FOSTA FPG DPR RI yang berlangsung di Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026) (RED)



























Discussion about this post