JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Amelia Anggraini, meminta pemerintah mengantisipasi dampak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang berpotensi berimbas pada Indonesia.
“Saya meminta agar pemerintah Indonesia harus tetap konsisten pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dengan mengedepankan penyelesaian damai melalui jalur diplomasi dan hukum internasional,” kata Amelia saat dikonfirmasi, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak bisa dipandang ringan, terutama dari sisi ekonomi global yang berdampak langsung pada Indonesia.
Amelia menjelaskan, potensi gangguan distribusi energi global, khususnya melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz, dapat memicu lonjakan harga minyak dunia. Berdasarkan data 2025 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kebutuhan kilang BBM nasional sebesar 30,39 persen minyak mentah masih diperoleh melalui impor luar negeri.
“Kondisi ini akan berimbas kepada kenaikan harga energi dan berimplikasi pada beban fiskal negara, tekanan inflasi, serta meningkatnya biaya produksi dan distribusi barang di dalam negeri,” ujarnya.
Selain itu, ia menilai ketidakpastian global akibat konflik dapat memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah dan arus investasi ke Indonesia.
Dari aspek keamanan, situasi di Timur Tengah yang memanas dinilai berpotensi memicu polarisasi opini publik serta dinamika sosial domestik. Karena itu, ia meminta pemerintah mengelola komunikasi publik secara akurat dan terukur agar tidak menimbulkan keresahan.
Amelia juga mendorong pemerintah untuk mengamankan rantai pasok energi nasional, khususnya jalur maritim Indonesia, serta memperkuat koordinasi lintas kementerian guna memastikan ketahanan energi nasional.
“Termasuk optimalisasi cadangan strategis dan diversifikasi sumber pasokan. Serta menyiapkan kesiapsiagaan perlindungan warga negara Indonesia di kawasan terdampak melalui skema kontinjensi yang jelas dan respons cepat diplomatik,” tegasnya.
Di tingkat internasional, Amelia meminta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) segera mengambil peran mediasi aktif untuk mencegah konflik meluas dan mendorong tercapainya gencatan senjata.
“Karena DK PBB memiliki mandat menjaga perdamaian dan keamanan internasional, sehingga langkah diplomatik yang tegas dan kolektif menjadi krusial agar eskalasi tidak berkembang menjadi konflik regional yang lebih destruktif,” pungkas Amelia (RED).



























Discussion about this post