JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto menggunakan anggaran pendidikan untuk membiayai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disesalkan Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), MY Esti Wijayati. Esti menilai kebijakan tersebut ironis di tengah masih banyaknya sekolah dengan kondisi tidak layak di berbagai daerah.
Menurut Esti, PDIP perlu meluruskan narasi simpang siur yang beredar di publik seolah-olah dana MBG tidak diambil dari alokasi anggaran pendidikan. Ia mengaku kerap menerima pertanyaan langsung dari masyarakat terkait sumber dana program tersebut.
“‘Bunda, katanya MBG itu tidak mengambil anggaran pendidikan, yang benar yang mana?’ sambil menyertakan berita-berita dari medsos,” ujar Esti dalam konferensi pers di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Menjawab kebingungan publik, Esti menegaskan bahwa program MBG memang memotong porsi anggaran pendidikan. Karena itu, Fraksi PDIP merasa perlu menyampaikan fakta sesuai data resmi agar tidak terjadi disinformasi di masyarakat.
Ia menyayangkan tersedotnya dana triliunan rupiah dari pos pendidikan untuk program MBG. Menurutnya, anggaran tersebut seharusnya dapat difokuskan menyelesaikan persoalan mendasar, terutama perbaikan infrastruktur serta sarana prasarana sekolah yang masih jauh dari layak.
Esti mencontohkan kondisi pendidikan di Nusa Tenggara Timur yang kerap viral di media sosial, sebagai potret masih timpangnya fasilitas pendidikan di berbagai wilayah.
“Kawan-kawan bisa melihat bagaimana berita yang muncul di Nusa Tenggara Timur dan beberapa wilayah lainnya. Ini fakta yang tidak bisa ditutup-tutupi,” kata Esti.
Ia menegaskan, kebijakan pengalihan anggaran pendidikan ke MBG perlu dievaluasi agar tidak mengorbankan perbaikan kualitas dan fasilitas pendidikan di daerah tertinggal (RED).



























Discussion about this post