SIDOARJO, RADIANTVOICE.ID – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian melakukan kunjungan kerja ke SMAN Olahraga Sidoarjo di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (24/2/2026). Kunjungan ini meninjau langsung integrasi kurikulum pendidikan dengan pembinaan olahraga prestasi di sekolah tersebut.
Hetifah menyaksikan SMANOR mengombinasikan kurikulum SMA dengan pelatihan olahraga secara terstruktur. Proses seleksi peserta didik berbeda dengan SMA pada umumnya karena dikhususkan bagi siswa bertalenta dan berprestasi dari 16 cabang olahraga (cabor).
“Di sini kurikulumnya memang berbeda, karena ada dua jenis kegiatan yang dijalankan. Pagi hari anak-anak mengikuti kegiatan belajar mengajar, sementara sore hari mereka menjalani latihan. Seluruh siswa juga mengikuti sistem boarding school sehingga waktu mereka lebih terfokus pada pendidikan dan pembinaan olahraga,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari 16 cabor yang dibina terdapat cabang individu maupun beregu. Beberapa di antaranya, seperti sepak takraw dan voli pantai, menjadi kebanggaan Provinsi Jawa Timur karena menorehkan prestasi di berbagai turnamen internasional.
Setiap angkatan SMANOR menerima sekitar 75 siswa. Mayoritas lulusan bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi mitra, termasuk Universitas Negeri Surabaya (UNESA) serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.
“Kami mengapresiasi kerja sama dengan perguruan tinggi. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya berhenti sebagai atlet, tetapi juga punya masa depan jelas, sebagai atlet profesional, pelatih, atau pendidik olahraga,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.
Terkait dukungan anggaran, Hetifah menjelaskan pembiayaan berasal dari dana BOS pemerintah pusat, BOS daerah dari APBD, serta bantuan peralatan dan sarana-prasarana. SMANOR juga baru menerima bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Meski begitu, ia mengakui masih ada tantangan pemenuhan fasilitas cabang tertentu yang membutuhkan standar pembangunan tinggi, seperti kolam renang.
“Kita juga membutuhkan pembinaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Untuk fasilitas berstandar internasional yang pembangunannya kompleks, tentu tidak bisa dilakukan swakelola seperti revitalisasi lapangan sederhana,” tegasnya.
Ke depan, Komisi X DPR RI akan mendorong solusi pembiayaan agar seluruh sarana-prasarana berstandar internasional dapat terpenuhi. “Kalau APBD belum mencukupi, kami berharap dukungan APBN diperkuat. Sekolah seperti ini harus kita dukung penuh karena dari sinilah lahir atlet unggulan yang mengharumkan nama Indonesia di dunia,” tutupnya (RED).































Discussion about this post