PAPUA BARAT DAYA, RADIANTVOICE.ID – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Papua Barat Daya dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sorong mempertanyakan kinerja Kepolisian Daerah Papua Barat Daya dalam menindak tegas praktik perjudian toto gelap (togel) dan peredaran minuman keras (miras) di wilayah hukumnya.
Meski Kapolda Papua Barat Daya Gatot Haribowo telah menginstruksikan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) untuk menertibkan seluruh aktivitas togel, praktik tersebut disebut masih marak terjadi di sejumlah titik di Papua Barat Daya.
Ketua DMI Papua Barat Daya, H. Kisman Rahayaan, mengatakan seruan penutupan segala bentuk perjudian dan miras telah disampaikan para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh adat. Namun, hingga kini dinilai belum direspons maksimal.
“Ini menimbulkan pertanyaan tentang kinerja aparat penegak hukum dalam memberantas penyakit masyarakat,” ujar Kisman, Rabu (18/02)
Ia mencontohkan pengalamannya saat masih bertugas di pemerintah daerah. Ketika menerima laporan masyarakat soal bandar togel di wilayah Rufei, Kota Sorong, pihaknya berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota saat itu Hengky Rubiak. Dalam satu kali operasi, praktik tersebut dapat dihentikan.
“Sekarang aparat lebih banyak, tapi praktik togel justru semakin marak,” katanya.
Senada, Ketua MUI Kota Sorong Abdul Manan Fakaubun menegaskan bahwa judi, termasuk togel, serta miras jelas dilarang dalam ajaran agama dan berdampak buruk bagi masyarakat. Ia meminta aparat keamanan mengambil langkah tegas menjelang Ramadan.
“Larangan ini bukan hanya dalam Islam, seluruh agama melarang praktik yang merusak,” ujarnya.
Ia menambahkan, penertiban penyakit masyarakat perlu melibatkan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kota Sorong, agar situasi Kota Sorong tetap aman dan kondusif.
Sebelumnya, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Gatot Haribowo menegaskan penindakan terhadap togel dan miras tidak perlu menunggu Ramadan.
“Segala sesuatu yang bersentuhan dengan kemaksiatan sebaiknya dihindari dan ditiadakan,” ujarnya, seraya mengimbau kolaborasi seluruh instansi dan pemangku kepentingan untuk mengambil langkah konkret.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Anis DJ menyatakan praktik togel offline akan ditekan oleh Polri dan mendorong peran media sebagai pemicu pengawasan publik. Terkait miras non-oplosan selama Ramadan, ia menyebut kebijakan penertiban berada pada domain pemerintah daerah, dengan penegakan perda oleh Satpol PP yang dapat dibackup Polri (RED).



























Discussion about this post