JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menantang seluruh kader partainya untuk benar-benar “turun bertarung” dalam pemilu dengan maju sebagai calon legislatif (caleg). Tantangan itu ia sampaikan dalam acara Pengukuhan Pengurus Akademi Partai Golkar di Sekretariat DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Bahlil menegaskan, keberhasilan ketua umum partai politik harus diukur dari kemampuan menaikkan suara dan kursi di parlemen, bukan sekadar manuver politik di elite. Karena itu, ia mengaku memilih turun langsung dengan maju sebagai caleg, termasuk dari daerah pemilihan yang selama ini belum menjadi basis kursi Golkar.
“Kalau petarung ya turun ke lapangan. Jangan cuma omon-omon. Di Golkar semua orang sudah pintar bicara, sekarang yang dibutuhkan juga karya nyata,” ujarnya di hadapan kader.
Ia juga menyoroti praktik “jatah-jatahan” jabatan yang menurutnya tidak sehat bagi konsolidasi partai. Bahlil menegaskan tidak ada ruang bagi kader yang hanya ingin posisi tanpa kerja politik di lapangan. “Enggak bisa caleg enggak mau, tapi jabatan mau. Semua harus kerja,” katanya.
Lebih jauh, Bahlil mendorong agar kader Golkar yang berada di kabinet ikut maju sebagai caleg jika regulasi memungkinkan. Menurutnya, langkah itu penting untuk memastikan seluruh elite partai ikut merasakan kerja elektoral langsung bersama kader di akar rumput.
Bahlil menutup dengan menekankan pentingnya soliditas internal dan meritokrasi. Kader yang bekerja baik akan diprioritaskan, sementara yang tidak berkontribusi diminta memberi ruang bagi mereka yang siap bertarung demi suara dan kursi Golkar (RED).



























Discussion about this post