SORONG, RADIANTVOICE.ID – Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Barat Daya, Rob Rafael Kardinal, menegaskan komitmennya untuk tidak terlibat dalam proyek-proyek pemerintah daerah selama memimpin HIPMI Papua Barat Daya.
Pernyataan tersebut disampaikan Rafael untuk menepis kekhawatiran sejumlah pihak yang menilai kehadirannya berpotensi mengganggu pembagian proyek di daerah otonomi baru tersebut.
“Kalau ada yang takut karena saya datang ke sini, takut proyeknya diambil, ya tidak apa-apa. Tapi sekali lagi, saya tidak akan menyentuh proyek pemerintah di Papua Barat Daya,” kata Rafael saat pelantikan BPD HIPMI Papua Barat Daya di Rylich Panorama Hotel, Sabtu (7/2/2026).
Rafael menegaskan, sejak awal dirinya maju sebagai Ketua HIPMI Papua Barat Daya dengan satu prinsip utama, yakni menghadirkan investasi baru dari luar daerah, bukan memanfaatkan anggaran pemerintah daerah.
“Ayahanda saya selalu berpesan, saya berada di sini bukan untuk memainkan proyek-proyek yang ada. Saya akan membawa investasi dari luar ke Papua Barat Daya,” ujarnya.
Menurut Rafael, masuknya investor eksternal justru akan membuka peluang usaha yang lebih luas bagi pengusaha lokal dan UMKM, tanpa harus bergantung pada proyek pemerintah.
Ia menyebut sektor kehutanan, pertanian, pariwisata, dan UMKM sebagai sektor potensial yang bisa dikembangkan melalui skema investasi dan kemitraan, bukan melalui proyek APBD.
“Saya pulang ke Papua Barat Daya untuk membawa peluang. Potensi kita besar, tetapi perlu dikelola secara profesional dan transparan agar bisa menarik investor,” kata Rafael.
Selain itu, Rafael juga menyinggung pentingnya memperbaiki konektivitas transportasi, terutama mahalnya harga tiket pesawat yang dinilai menjadi hambatan bagi masuknya wisatawan dan investor ke Papua Barat Daya.
Ia berharap HIPMI Papua Barat Daya dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, terbuka, dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang (RED).


























Discussion about this post