JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, menyatakan dukungannya terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menindak tegas berbagai pelanggaran di pasar modal. Ia menilai instruksi tersebut harus menjadi momentum pembenahan menyeluruh terhadap pasar bursa Indonesia, terutama setelah gejolak signifikan dalam sepekan terakhir.
“Kami mendukung langkah Presiden Prabowo dalam pembenahan pasar modal. Instruksi ini harus dilaksanakan oleh seluruh pihak terkait tanpa kompromi apa pun. Tidak boleh ada toleransi bagi siapa pun yang melakukan praktik kejahatan keuangan di pasar modal,” ujar Marwan di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Marwan menegaskan, penegakan hukum di sektor pasar modal harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Ia secara khusus menyoroti maraknya praktik saham gorengan yang dinilainya sebagai bentuk manipulasi pasar dan kejahatan keuangan serius.
“Praktik saham gorengan adalah kejahatan keuangan yang merusak kredibilitas pasar bursa Indonesia, khususnya di mata investor luar negeri. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.
Menurut Marwan, praktik manipulatif tersebut tidak dapat dilekatkan pada kelompok tertentu, melainkan harus diberantas secara menyeluruh demi menciptakan pasar modal yang sehat, transparan, dan berkeadilan. Ia juga meminta pemerintah bersama otoritas terkait untuk melakukan evaluasi berkala terhadap pergerakan saham yang dinilai tidak wajar.
Termasuk di antaranya saham-saham yang kerap mengalami auto rejection atas (ARA) secara berulang tanpa fundamental yang jelas, yang dinilai berpotensi menyesatkan investor ritel.
Sebagaimana diketahui, pasar modal Indonesia sebelumnya mengalami tekanan setelah lembaga penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) menerbitkan kebijakan baru dan melakukan koreksi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penilaian tersebut menyoroti persoalan transparansi perdagangan yang dinilai mengganggu pembentukan harga saham yang wajar.
Kondisi itu memicu gejolak di pasar bursa dan berdampak pada anjloknya IHSG hingga 16,7 persen. Marwan menilai situasi tersebut harus dijadikan pelajaran penting untuk memperkuat tata kelola pasar modal nasional.
“Ini momentum yang tepat untuk membenahi pasar modal kita secara serius dan berani. Jangan sampai kepercayaan investor terus tergerus,” pungkasnya (RED).



























Discussion about this post