JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia meminta Kementerian Perindustrian memperkuat pemberdayaan peternak lokal agar mampu berproduksi secara profesional dan memenuhi standar industri pengolahan susu nasional.
Menurut Chusnunia, industri susu dalam negeri masih menghadapi tantangan struktural serius, mulai dari keterbatasan pasokan susu segar, ketergantungan bahan baku impor, fluktuasi harga global, hingga rendahnya produktivitas peternak sapi perah rakyat.
“Pemberdayaan peternak lokal menjadi sangat penting agar kualitas dan kuantitas susu yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan industri pengolahan,” ujar Chusnunia, Jumat (6/2/2026).
Ia menyoroti kesenjangan besar antara kebutuhan dan produksi susu nasional. Berdasarkan data yang ada, kebutuhan susu nasional mencapai sekitar 66 juta liter, sementara produksi dalam negeri baru berkisar 20 juta liter.
“Kalau kebutuhannya mencapai 66 juta sementara produksi hanya 20 juta, berarti ada sekitar 40 juta kekurangan yang harus dipenuhi,” tegasnya.
Chusnunia menambahkan, tantangan tersebut semakin relevan dengan bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menempatkan susu sebagai bagian penting dari ekosistem pangan bernutrisi. Program ini, menurutnya, membutuhkan industri pengolahan susu yang kuat, efisien, dan berkelanjutan dengan rantai pasok yang stabil serta terintegrasi dengan peternak lokal.
Ia juga menyoroti rendahnya tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia yang baru mencapai sekitar 16,6 liter per kapita per tahun, jauh di bawah standar Food and Agriculture Organization (FAO) sebesar 30 liter per kapita per tahun.
Selain itu, Chusnunia menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri agar pengembangan industri susu nasional berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan peternak dalam negeri.
“Fakta masih adanya kesenjangan antara permintaan dan produksi susu nasional harus dimanfaatkan untuk memperluas lapangan kerja, khususnya bagi peternak lokal,” tambahnya.
Sebelumnya, Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Frisian Flag Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, guna meninjau langsung kesiapan dan kapasitas industri susu nasional dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik (RED).






























Discussion about this post