JAKARTA, BERITA SENAYAN – Dukungan politik terhadap Prabowo Subianto untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai presiden dua periode kian menguat. Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan sikap politik partainya yang tetap solid mengawal pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatan.
Bahlil menekankan, Golkar sebagai partai pengusung sekaligus bagian dari Koalisi Kabinet Merah-Putih memiliki konsekuensi politik untuk mendukung pemerintahan yang telah diputuskan dalam Musyawarah Nasional (Munas).
“Golkar sebagai partai politik yang mengusung Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Mas Gibran. Konsekuensi daripada partai yang telah mengusung harus mendukung sampai selesai. Apalagi Golkar dalam keputusan munasnya itu mendukung pemerintahan,” ujar Bahlil di Markas DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/2/2026).
Ia menegaskan, dukungan Golkar tidak hanya diberikan kepada Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai satu kesatuan pemerintahan.
“Yang namanya pemerintahan itu adalah Presiden dan Wakil Presiden. Nama Presiden kita adalah Pak Prabowo Subianto, dan Mas Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden. Ya kita dukung mereka sampai selesai, okey!” tegasnya.
Wacana Prabowo maju sebagai presiden dua periode juga mendapat respons positif dari partai politik lain. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyatakan kepuasan atas kepemimpinan Prabowo.
“Kami puas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, kami yakin Pak Prabowo akan sukses memimpin kita bukan hanya lima tahun bahkan sepuluh tahun yang akan datang,” kata Muhaimin usai bertemu Prabowo di Istana Kepresidenan, Rabu (4/2/2026).
Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) juga menyatakan kesiapannya mendukung Prabowo kembali maju pada Pemilu 2029. Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno menegaskan konsistensi dukungan partainya.
“Kita sudah mendukung Pak Prabowo tiga kali, keempat kalinya itu sudah jadi jawaban kita,” ujar Eddy di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (5/2/2026).
PAN bahkan menyodorkan Ketua Umumnya Zulkifli Hasan sebagai salah satu figur calon pendamping Prabowo. Menurut Eddy, langkah tersebut diyakini mampu menggerakkan mesin partai dan konsolidasi kader secara maksimal (RED).































Discussion about this post