JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono Purwo Wijoyo, di Kalimantan Selatan, Rabu (4/2/2026).
Menurut Abdullah, OTT tersebut menjadi bukti nyata komitmen KPK dalam memberantas praktik korupsi, khususnya di sektor perpajakan yang selama ini dikenal rawan penyimpangan.
“Kami mengapresiasi langkah KPK yang kembali mengungkap kasus dugaan korupsi di bidang pajak. Ini menunjukkan bahwa pengawasan dan penegakan hukum tetap berjalan,” ujar Abdullah, Jumat (6/2/2026).
Ia menilai, praktik korupsi di sektor pajak masih terus berulang meskipun banyak oknum telah ditangkap dan dijatuhi hukuman. Padahal, pegawai pajak telah memperoleh gaji dan fasilitas yang relatif besar dari negara.
“Sudah banyak yang diproses hukum, tetapi tetap saja ada oknum yang menyalahgunakan kewenangan. Ini sangat memprihatinkan,” tegasnya.
Abdullah juga menyinggung OTT KPK sebelumnya terhadap pegawai bea cukai di Jakarta dan Lampung terkait dugaan korupsi importasi, yang menetapkan enam orang sebagai tersangka. Menurutnya, pajak dan bea cukai merupakan dua sektor strategis yang sangat rentan praktik korupsi karena berkaitan langsung dengan penerimaan negara.
“Pajak dan bea cukai ini lahan basah. Karena itu, selain penindakan, langkah pencegahan harus diperkuat secara sistematis,” ujarnya.
Lebih lanjut, Abdullah mendorong KPK untuk terus menutup celah korupsi melalui penguatan sistem pencegahan, tanpa mengendurkan penindakan hukum.
“Pencegahan harus diperkuat. Namun, jika masih ada yang nekat korupsi, harus ditangkap dan dihukum berat agar ada efek jera,” pungkasnya.































Discussion about this post