JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia berada dalam kondisi kuat dan tangguh di tengah tekanan serta ketidakpastian ekonomi global. Ia menilai resiliensi ekonomi nasional menjadi modal utama dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan internasional.
Menurut Misbakhun, meskipun nilai tukar rupiah mengalami tekanan akibat dinamika global, kondisi tersebut tidak mencerminkan lemahnya ekonomi domestik. Justru, indikator makro menunjukkan Indonesia masih berada di jalur yang relatif aman dibandingkan banyak negara lain.
“Fundamental ekonomi kita kuat dan tidak rapuh, pertumbuhan tetap terjaga, inflasi terkendali, dan neraca perdagangan masih solid di tengah tekanan global,” kata Misbakhun dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (4/2/2025).
Ia menjelaskan, kebijakan moneter ketat Amerika Serikat yang berkepanjangan (high for longer) serta ketegangan geopolitik global memang memberikan tekanan besar terhadap arus modal dan nilai tukar negara berkembang. Namun, Indonesia dinilai memiliki daya tahan lebih baik karena ditopang struktur ekonomi yang relatif sehat.
Misbakhun menilai kepercayaan investor menjadi faktor kunci yang harus terus dijaga. Stabilitas makroekonomi, kepastian kebijakan, serta komunikasi yang kuat dari otoritas moneter dan fiskal dinilai sangat menentukan persepsi pasar.
Dalam konteks tersebut, ia mendorong Bank Indonesia untuk tetap responsif dan adaptif dalam meredam gejolak nilai tukar, sembari memastikan bahwa langkah stabilisasi tidak mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
“Stabilitas rupiah penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah menjaga agar sektor riil tetap bergerak dan daya beli masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.
Misbakhun menambahkan, sinergi antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter BI harus terus diperkuat agar Indonesia mampu melewati periode ketidakpastian global dengan tetap menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Dengan fundamental yang kuat dan koordinasi kebijakan yang solid, Indonesia punya kapasitas besar untuk bertahan dan bahkan tumbuh di tengah gejolak global,” pungkasnya (RED).


























Discussion about this post