JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – PDI Perjuangan menegaskan penolakan terhadap usulan penggantian ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) dengan skema fraksi gabungan bagi partai-partai kecil. Ketua DPP PDI-P Said Abdullah menilai gagasan tersebut justru berpotensi memunculkan “kawin paksa” politik antarpartai yang berbeda ideologi.
“Dengan fraksi gabungan, partai kecil-kecil akan dipaksa kawin paksa politik. Padahal ideologi dan watak kepartaiannya bisa sangat berbeda, apalagi dalam konteks Indonesia yang multikultural,” ujar Said dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu menjelaskan, konsep fraksi gabungan mungkin lebih relevan diterapkan di negara-negara dengan karakter masyarakat yang relatif homogen. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak sejalan dengan realitas politik Indonesia yang majemuk dari sisi ideologi, kepentingan, dan latar belakang sosial.
“Fraksi gabungan di negara homogen mungkin lebih mudah. Tapi corak politik Indonesia sangat multikultural, sehingga perbedaan ideologi dan kepentingan bisa memicu masalah serius,” jelasnya.
Said juga mengingatkan, fraksi gabungan berisiko menimbulkan kebuntuan atau deadlock dalam pengambilan keputusan politik di parlemen. Perbedaan sikap dan kepentingan antarpartai di dalam satu fraksi dinilai dapat menghambat efektivitas kerja legislasi.
Sebaliknya, PDI-P memandang keberadaan ambang batas parlemen masih relevan untuk mendorong konsolidasi demokrasi di DPR. Menurut Said, PT justru membantu menciptakan parlemen yang lebih efektif dan stabil dalam menjalankan fungsi pengambilan keputusan politik.
“Keberadaan parliamentary threshold akan mendorong konsolidasi demokrasi yang lebih efektif, dan pada akhirnya menjamin stabilitas jalannya pemerintahan dan politik nasional,” pungkas Said.
Diketahui sebelumnya, Partai Amanat Nasional (PAN) mengusulkan penghapusan ambang batas parlemen dan pencalonan presiden dalam revisi UU Pemilu. PAN berargumen bahwa ambang batas membuat suara pemilih tidak terkonversi menjadi kursi DPR dan dapat diganti dengan mekanisme fraksi gabungan (RED).































Discussion about this post