JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Bendahara Fraksi Partai Golkar DPR RI, Puteri Komarudin, menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen tidak dapat dicapai secara instan, melainkan membutuhkan tahapan penguatan dan akselerasi kebijakan yang konsisten mulai tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Puteri Komarudin saat membuka Dialog Publik Catatan Awal Tahun 2026 bertema “Menakar Proyeksi Ekonomi 2026 dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Rakyat” yang digelar Forus Staf Anggota (FOSTA) Fraksi Partai Golkar di Aula Kantin Demokrasi DPR RI, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
“Target 8 persen itu membutuhkan proses. Karena itu, tahun 2026 ditempatkan sebagai fase penguatan dan akselerasi dengan target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen sebagaimana tercantum dalam UU APBN 2026,” ujar Puteri Komarudin.
Menurutnya, angka pertumbuhan 5,4 persen tersebut bukanlah batas akhir, melainkan pijakan awal atau baseline kebijakan yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi pada tahun-tahun berikutnya.
Puteri juga menyoroti kondisi ekonomi nasional sepanjang 2025 yang dinilainya relatif tangguh di tengah tekanan ekonomi global. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi tetap bertahan di kisaran 5 persen selama beberapa triwulan.
“Ketahanan ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi kita cukup solid. Ini menjadi titik awal yang penting untuk melangkah lebih jauh menghadapi tantangan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor jasa keuangan agar target pertumbuhan tinggi dapat dicapai secara berkelanjutan. Selain itu, konsistensi komunikasi kebijakan kepada pelaku pasar juga dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan dan stabilitas ekonomi.
“Di tengah volatilitas global, penguatan sinergi kebijakan dan komunikasi menjadi kunci. Tanpa itu, target pertumbuhan tinggi akan sulit dicapai secara berkesinambungan,” tegas Puteri.
Puteri berharap forum dialog ekonomi seperti ini dapat menjadi ruang strategis untuk merumuskan prasyarat kebijakan yang tepat, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya kuat secara angka, tetapi juga berdampak nyata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat (RED).































Discussion about this post