MEDAN, RADIANTVOICE.ID – Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Desy Ratnasari, menyoroti ketersediaan dokter perempuan subspesialis ginekolog yang dinilainya masih terbatas di sejumlah rumah sakit. Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Hospital Medan, Selasa (27/1/2026).
“Adakah di sini dokter subspesialis ginekolog khusus perempuan? Karena di beberapa rumah sakit yang pernah saya kunjungi cukup sulit menemukan dokter ginekolog perempuan,” ujar Desy Ratnasari.
Selain tenaga medis, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mengapresiasi fasilitas dan layanan kesehatan yang dimiliki RS Murni Teguh Medan, khususnya keberadaan laboratorium genetik. Menurutnya, pemeriksaan genetik merupakan terobosan penting dalam dunia kesehatan untuk menentukan jenis obat yang paling sesuai bagi pasien.
“Pengecekan genetical ini menurut saya menjadi terobosan yang baik untuk meminimalisir dan mengantisipasi ketidakcocokan pasien terhadap obat-obatan tertentu, termasuk risiko efek samping seperti alergi. Apakah ada batasan usia untuk mendapatkan pengecekan genetical?” tanyanya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur RS Murni Teguh Memorial Hospital Medan, dr. Tuan Juniar Situmorang, M.Kes., menjelaskan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya saat ini memiliki lima dokter subspesialis ginekolog, dengan komposisi tiga dokter laki-laki dan dua dokter perempuan.
“Kami memiliki lima dokter subspesialis ginekolog, dua di antaranya adalah dokter subspesialis ginekolog perempuan. Memang sebagian besar pasien secara spesifik meminta dokter ginekolog perempuan. Bahkan ada pasien yang mencarinya hingga ke rumah sakit luar negeri,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, laboratorium genetik RS Murni Teguh memiliki peran penting dalam penanganan pasien tumor dan kanker, sehingga terapi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.
“Tes laboratorium genetik tidak memiliki batasan usia. Pemeriksaan ini bisa digunakan untuk menentukan obat yang paling tepat bagi pasien tumor, serta untuk deteksi dini pada kehamilan guna mengetahui kemungkinan adanya kelainan kromosom,” pungkas Tuan Juniar (RED).



























Discussion about this post