JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengunjungi kantor baru Megawati Institute yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026). Kunjungan ini menjadi yang pertama sejak pendirian lembaga tersebut dan dilakukan menjelang hari ulang tahun Megawati yang jatuh pada 23 Januari 2026.
Megawati hadir didampingi Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif Prananda Prabowo, serta jajaran pengurus partai.
“Ini merupakan kunjungan pertama Ibu Megawati ke kantor Megawati Institute yang beberapa hari lalu, saat Rakernas, telah ditandatangani akta notarisnya. Dalam waktu dekat kantor baru ini akan dioperasikan,” ujar Hasto, Selasa (20/01/2026)
Dalam peninjauan tersebut, Megawati menyusuri sejumlah ruangan, termasuk taman kecil di bagian belakang gedung. Ia bahkan sempat mengungkapkan keheranannya karena kantor tersebut dapat disiapkan hanya dalam waktu singkat.
“Arsiteknya Mas Prananda, sampai harus lembur tiga hari tiga malam. Ini semacam mission impossible,” kata Hasto sambil tertawa.
Megawati juga terlihat berdiskusi intens dengan Hilmar Farid serta memberikan sejumlah arahan strategis. Presiden kelima RI itu turut meninjau koleksi buku yang tersedia di perpustakaan Megawati Institute.
Setelah berkeliling, Megawati mengajak jajaran pengurus berbincang santai di ruang rapat. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan harapannya agar Megawati Institute menjadi wadah pemikiran strategis yang berfokus pada pengembangan ideologi Pancasila 1 Juni 1945, Pola Pembangunan Semesta dan Berencana, serta pemikiran kepemimpinan Megawati Soekarnoputri selama memimpin Indonesia.
“Ibu Megawati berharap Megawati Institute menjadi pusat kajian kebijakan strategis melalui penelitian, penggalangan tokoh-tokoh intelektual dan cendekiawan, serta mendorong kesadaran berpikir kritis dan dialektis untuk menopang kualitas demokrasi,” jelas Hasto.
Ia menambahkan, penunjukan Hilmar Farid sebagai Direktur Eksekutif didasarkan pada kapasitas kepemimpinan dan jejaring luas yang dimilikinya, terutama sebagai penghubung antara dunia akademik dan lembaga kajian kebijakan strategis nasional (RED).































Discussion about this post