JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi PKB, Iman Sukri, menegaskan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) wajib mengelola dana haji secara transparan, profesional, dan akuntabel. Menurutnya, dana haji merupakan dana titipan umat yang tidak boleh diperlakukan sebagai bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kami harus memastikan dana haji benar-benar untuk jemaah. Ini bukan APBN, ini dana umat. Dana jemaah haji harus kembali 100 persen untuk jemaah,” ujar Iman di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Iman menekankan, prinsip kehati-hatian dan keterbukaan mutlak diperlukan agar pengelolaan dana haji terbebas dari praktik penyalahgunaan dan korupsi. Ia menilai keberadaan BPKH sebagai lembaga khusus sudah tepat karena menjamin pemisahan dana haji dari keuangan negara.
“Pemisahan ini krusial agar dana dikelola secara profesional dan tidak disalahgunakan,” katanya.
Selain aspek pengamanan dana, Baleg DPR juga mendorong BPKH melakukan efisiensi dalam Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BIPIH). Optimalisasi hasil investasi dana haji dinilai dapat menjadi kunci untuk menekan ongkos haji agar tidak terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
“Bagaimana caranya ongkos biaya haji tidak naik, bahkan kalau bisa lebih murah. Harapan kami masyarakat semakin mudah menunaikan ibadah haji,” ucapnya.
Untuk mencapai efisiensi tersebut, Iman menyarankan BPKH memaksimalkan kewenangannya dalam perencanaan jangka panjang, termasuk mencari opsi pelayanan yang lebih ekonomis. Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah pengadaan akomodasi di Arab Saudi jauh hari sebelum musim haji.
“Jika pemesanan hotel dilakukan satu atau dua tahun sebelumnya, biayanya tentu jauh lebih murah dibanding mendadak. Ini bagian dari strategi investasi dan efisiensi,” jelas legislator PKB itu.
Iman menyimpulkan, pengelolaan dana haji yang transparan dan akuntabel akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan, biaya yang lebih terjangkau, serta penyelenggaraan ibadah haji yang bersih dari korupsi.
“Ini penting agar penyelenggaraan haji di Indonesia tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga keberkahan secara material, di mana jemaah merasa aman, nyaman, dan sehat hingga kembali ke tanah air,” pungkasnya (RED).



























Discussion about this post