JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq menegaskan partai politik baru yang dipimpinnya lahir sebagai gerakan perlawanan terhadap dominasi oligarki yang dinilai selama ini menyengsarakan rakyat. Melalui semangat kemandirian nasional, Gema Bangsa ingin menghadirkan alternatif baru dalam politik Indonesia pasca Pemilu 2024.
Partai Gema Bangsa resmi dideklarasikan di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (17/1/2026). Rofiq didampingi Sekretaris Jenderal Muhammad Sopiyan, yang keduanya merupakan mantan kader Partai Perindo.
Rofiq menyebut lahirnya Partai Gema Bangsa tidak bisa dilepaskan dari realitas politik nasional, di mana Pemilu 2024 hanya meloloskan delapan dari 18 partai politik ke parlemen dan menyingkirkan sejumlah partai besar serta tokoh nasional.
“Kami melihat ada ruang representasi politik yang kosong. Partai Gema Bangsa hadir untuk mengisi ruang itu dengan semangat keberpihakan kepada rakyat,” ujar Rofiq.
Ia menegaskan, Gema Bangsa mengusung visi Indonesia Reborn, yakni kebangkitan Indonesia melalui kedaulatan politik, ekonomi, dan budaya. Salah satu fokus utamanya adalah mendorong kemandirian bangsa agar tidak terus bergantung pada kepentingan elite maupun asing.
“Kemandirian bukan berarti menutup diri, tapi berdiri tegak, tidak mudah didikte, dan mampu menentukan arah bangsa dengan kekuatan sendiri,” katanya.
Rofiq juga menekankan bahwa Partai Gema Bangsa tidak dibangun dengan pola sentralistik. Menurutnya, kepemilikan dan arah partai sepenuhnya berada di tangan kader hingga tingkat paling bawah.
“Gema Bangsa bukan milik elite pusat. Partai ini milik para kader dari DPW, DPD, DPC, sampai ke ujung desa,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Rofiq turut menyinggung sikap Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya menunjukkan keberpihakan pada kepentingan nasional, khususnya terkait pengelolaan sumber daya alam.
“Keberanian Pak Prabowo menunjukkan kemarahan atas kondisi bangsa hari ini mencerminkan keberpihakan pada rakyat. Semangat itu sejalan dengan perjuangan Gema Bangsa,” ujarnya.
Rofiq optimistis Indonesia memiliki seluruh modal untuk menjadi bangsa besar dan bermartabat, asalkan berani keluar dari cengkeraman oligarki dan mengembalikan politik pada kepentingan rakyat.
“Indonesia bisa bangkit jika rakyat menjadi subjek utama politik, bukan sekadar objek. Itulah perjuangan yang akan kami jalankan,” pungkasnya (RED).



























Discussion about this post