JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syamsu Rizal, mendesak Pemerintah Indonesia mengambil peran aktif di kancah internasional menyikapi kabar penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat.
Politisi yang akrab disapa Deng Ical itu menilai, Indonesia tidak boleh bersikap pasif terhadap tindakan sepihak yang dinilainya mencederai prinsip kedaulatan negara dan hukum internasional.
“Indonesia harus berdiri di garda depan memperjuangkan keadilan internasional. PBB perlu segera menggelar Sidang Darurat agar persoalan ini dibahas secara terbuka dan berkeadilan,” tegas Deng Ical.
Menurutnya, langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut bukan sekadar persoalan bilateral, melainkan menyangkut masa depan tatanan hukum global. Ia menilai tindakan itu berpotensi menjadi preseden buruk jika tidak segera disikapi secara tegas oleh komunitas internasional.
Deng Ical menekankan, Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak boleh berhenti pada pernyataan kecaman semata, melainkan harus mengambil langkah konkret untuk menjaga kedaulatan negara-negara anggota.
“Jika tindakan seperti ini dibiarkan, maka hukum internasional akan kehilangan maknanya. Negara kuat bisa bertindak sewenang-wenang terhadap negara lain,” ujarnya.
Legislator asal Dapil Sulawesi Selatan I itu juga mengingatkan bahwa pembiaran terhadap aksi sepihak dapat merusak fondasi hubungan internasional dan mengancam perdamaian dunia, khususnya bagi negara-negara berkembang.
“Kalau hari ini Venezuela, besok bisa negara lain. Dunia tidak boleh tunduk pada kekuatan semata, tetapi harus berpijak pada hukum dan keadilan internasional,” pungkas Deng Ical (RED).



























Discussion about this post