JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka ruang dialog publik terkait wacana pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). PKS menegaskan akan melibatkan berbagai elemen masyarakat sebelum menentukan sikap resmi terhadap usulan tersebut.
Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, mengatakan pembahasan mekanisme Pilkada masih berlangsung di internal partai. Ia menekankan pentingnya mendengar aspirasi publik agar keputusan yang diambil tidak merugikan demokrasi ke depan.
“Kami ingin mendengarkan sebanyak mungkin masukan dari masyarakat sipil, para ahli, kampus, ormas, tokoh-tokoh bangsa, hingga keluarga besar konstituen PKS,” ujar Kholid saat dikonfirmasi, Selasa (30/12/2025).
Menurutnya, PKS memandang isu Pilkada bukan sekadar persoalan teknis pemilihan, tetapi menyangkut arah demokrasi dan kualitas kepemimpinan daerah di masa mendatang.
“Karena itu, kami tidak ingin memutuskan secara sepihak. Yang kami cari adalah sistem terbaik bagi masyarakat dan masa depan demokrasi kita,” katanya.
Selain menyerap aspirasi publik, PKS juga menyatakan kesiapan untuk berdiskusi dengan partai politik lain, khususnya yang berada dalam satu koalisi, guna membangun kesepahaman bersama.
“Kami juga siap mendiskusikannya dengan teman-teman partai politik lain, terutama partai koalisi,” ungkap Kholid.
Dengan sikap tersebut, PKS menegaskan posisinya masih terbuka dan menempatkan partisipasi publik sebagai bagian penting dalam menyikapi wacana perubahan mekanisme Pilkada (RED).



























Discussion about this post