JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Partai Gerindra menilai besarnya anggaran pemilihan kepala daerah secara langsung perlu menjadi perhatian serius dalam pembahasan wacana pengembalian mekanisme pilkada melalui DPRD. Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Sugiono, menyebut efisiensi anggaran sebagai salah satu alasan utama dukungan partainya terhadap skema tersebut.
Menurut Sugiono, pemilihan kepala daerah oleh DPRD dinilai lebih sederhana dibandingkan pilkada langsung yang telah berlangsung sejak 2005 hingga 2024. Proses tersebut dinilai dapat menekan biaya, baik dari sisi penyelenggaraan maupun ongkos politik yang harus ditanggung para kandidat.
“Pemilihan oleh DPRD lebih efisien dari berbagai aspek, mulai dari tahapan penjaringan calon, mekanisme anggaran, sampai ongkos politik yang sangat besar dalam pilkada langsung,” ujarnya, Senin (29/12).
Ia memaparkan, pada 2015 dana hibah dari APBD untuk pilkada hampir mencapai Rp7 triliun. Angka tersebut terus mengalami peningkatan signifikan hingga menembus lebih dari Rp37 triliun pada pelaksanaan pilkada 2024.
Sugiono menilai lonjakan anggaran tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama, mengingat dana publik yang besar dapat dialihkan untuk program yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat.
“Dana sebesar itu bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih produktif, seperti peningkatan kesejahteraan dan penguatan ekonomi rakyat,” katanya.
Meski demikian, Sugiono menegaskan bahwa dukungan Gerindra terhadap wacana pilkada melalui DPRD tetap perlu dibahas secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, agar kebijakan yang diambil benar-benar sejalan dengan kepentingan nasional dan demokrasi (RED).































Discussion about this post