JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia menegaskan bahwa faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi wisatawan dan pengelola destinasi wisata menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, menyusul peringatan potensi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG sebelumnya mengungkap adanya empat fenomena atmosfer yang terjadi secara bersamaan pada akhir tahun 2025 dan berpotensi memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi tersebut turut diperkuat dengan peringatan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar yang menyebut Bali sebagai salah satu daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Chusnunia menilai situasi ini harus disikapi secara serius, mengingat momentum Nataru biasanya menjadi puncak aktivitas pariwisata nasional. Namun, menurutnya, keselamatan tidak boleh dikorbankan demi mengejar target kunjungan atau perputaran ekonomi.
“Libur akhir tahun memang identik dengan peningkatan kunjungan wisata. Tapi dalam kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang, keselamatan harus ditempatkan di atas segalanya,” kata Chusnunia.
Ia meminta pemerintah daerah dan pengelola objek wisata untuk memastikan kesiapan standar keamanan, termasuk kejelasan jalur evakuasi, titik kumpul, serta mekanisme penghentian aktivitas wisata jika kondisi cuaca memburuk.
Menurutnya, langkah mitigasi yang matang akan membantu wisatawan mengambil keputusan cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat di lokasi wisata.
Selain itu, Chusnunia juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam merencanakan perjalanan akhir tahun, khususnya ke wilayah pesisir dan destinasi alam terbuka yang rentan terhadap dampak cuaca ekstrem.
“Pantau terus informasi resmi dari BMKG, waspadai gelombang tinggi dan hujan lebat, serta jangan memaksakan perjalanan jika kondisi tidak memungkinkan. Keselamatan adalah investasi jangka panjang,” ujarnya.
Ia menambahkan, rencana wisata yang tertunda bukanlah kerugian, karena kesempatan berwisata tetap terbuka di waktu lain ketika kondisi cuaca lebih aman dan kondusif (RED).































Discussion about this post