JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hindun Anisah, menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam menopang target swasembada gula konsumsi nasional pada 2026.
Menurut Hindun, sejumlah sentra tebu dan pabrik gula di Jawa Tengah menunjukkan tren peningkatan produksi yang signifikan dan dapat menjadi penopang tambahan selain Jawa Timur.
“Jawa Tengah punya potensi besar untuk berkontribusi pada swasembada gula konsumsi nasional. Produksi di daerah terus meningkat,” ujar Hindun, Rabu (24/12/2025).
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi gula nasional saat ini mencapai 2,68 juta ton. Pemerintah menargetkan produksi nasional dapat menembus 3 juta ton pada 2026 agar kebutuhan gula konsumsi dalam negeri terpenuhi tanpa impor.
Hindun mengapresiasi kebijakan Kementerian Pertanian yang menjadikan Jawa Timur sebagai penopang utama produksi gula nasional. Lebih dari 50 persen kebun tebu nasional berada di provinsi tersebut.
Namun demikian, ia menegaskan keberhasilan swasembada gula tidak hanya bertumpu pada satu wilayah. Optimalisasi potensi daerah lain, termasuk Jawa Tengah, dinilai sangat penting.
Ia mencontohkan Pabrik Gula Rendeng yang menargetkan produksi 20 ribu ton gula pada masa giling 2025 dengan durasi giling 140 hari. Target tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Peningkatan produksi terjadi berkat perluasan areal tanam, perbaikan budidaya, dan dukungan pemerintah pusat. Ini menunjukkan kesiapan daerah,” jelasnya.
Hindun menilai keterlibatan aktif daerah dalam meningkatkan produksi gula akan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menyejahterakan petani tebu.
“Swasembada hanya bisa tercapai jika pusat dan daerah berjalan bersama, dengan petani sebagai pelaku utama,” tutup Hindun (RED).





























Discussion about this post